Islam

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Islam adalah salah satu agama monoteistik terbesar di dunia yang didirikan pada abad ke-7 Masehi di Jazirah Arab oleh Nabi Muhammad. Kata “Islam” berarti “penyerahan diri kepada kehendak Allah.” Ajaran Islam menekankan tauhid (keesaan Allah), ketaatan kepada wahyu-Nya melalui Al-Qur’an, serta penerapan syariat (hukum dan etika) dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, moralitas, dan tanggung jawab sosial.

Ajaran Islam

Beberapa prinsip inti ajaran Islam meliputi:

  1. Rukun Iman
    • Iman kepada Allah – meyakini Tuhan yang Maha Esa.
    • Malaikat – makhluk Allah yang tidak tampak.
    • Kitab Suci – Al-Qur’an sebagai wahyu terakhir, serta kitab sebelumnya (Taurat, Zabur, Injil).
    • Rasul – nabi dan rasul sebagai pembawa wahyu, terutama Nabi Muhammad.
    • Hari Kiamat – kehidupan setelah kematian dan penghakiman akhir.
    • Qada dan Qadar – takdir dan kehendak Allah.
  2. Rukun Islam
    • Syahadat – pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan-Nya.
    • Shalat – ibadah ritual lima waktu sehari.
    • Zakat – kewajiban sosial untuk membersihkan harta dan membantu yang membutuhkan.
    • Puasa (Sawm) – menahan diri dari makan, minum, dan perilaku tertentu selama Ramadan.
    • Haji – ziarah ke Mekah bagi yang mampu secara fisik dan finansial.
  3. Syariat dan Akhlak
    Syariat mengatur ibadah, transaksi ekonomi, hukum pidana, dan kehidupan sosial. Islam menekankan kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap manusia dan lingkungan.
  4. Konsep Keadilan dan Kebersamaan
    Islam mendorong kesejahteraan sosial, solidaritas umat, dan tanggung jawab moral dalam keluarga dan masyarakat.
  5. Sumber Ajaran
    • Al-Qur’an – wahyu Allah yang menjadi pedoman utama.
    • Hadis – perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad sebagai penjelas Al-Qur’an.
    • Ijma’ dan Qiyas – konsensus ulama dan analogi dalam hukum Islam.
Orang lain juga membaca :  Mahayana

Sejarah Perkembangan Islam

  1. Zaman Nabi Muhammad (610–632 M)
    Wahyu pertama diterima di Mekah. Dakwah Islam awal menghadapi perlawanan sebelum hijrah ke Madinah, di mana komunitas Muslim mulai terbentuk.
  2. Abad Awal (632–750 M)
    • Kekhalifahan Rashidun dan Umayyah memperluas wilayah Islam melalui dakwah dan peperangan.
    • Penetapan Al-Qur’an, hadis, dan hukum dasar.
  3. Abad Pertengahan
    • Kekhalifahan Abbasiyah memperkuat pendidikan, sains, dan seni Islam.
    • Perkembangan mazhab fiqh (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali) dan teologi (Ash’ari, Maturidi).
  4. Era Modern
    Islam menyebar secara global melalui migrasi, dakwah, dan pendidikan. Perdebatan kontemporer muncul mengenai reformasi, interpretasi teks, dan peran Islam dalam masyarakat modern.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Islam

  1. Nabi Muhammad (570–632) – Pendiri Islam dan nabi terakhir.
  2. Abu Bakr (573–634) – Khalifah pertama, pemimpin Rashidun.
  3. Ali bin Abi Thalib (600–661) – Khalifah keempat, figur sentral Syiah.
  4. Imam al-Ghazali (1058–1111) – Teolog, filsuf, dan reformator spiritual.
  5. Avicenna)” data-wpil-keyword-link=”linked” data-wpil-monitor-id=”805″>Ibn Sina (Avicenna, 980–1037) – Filsuf dan ilmuwan yang memadukan ilmu pengetahuan dan ajaran Islam.

Referensi

  • Esposito, J. L. (2011). Islam: The Straight Path (4th ed.). Oxford University Press.
  • Armstrong, K. (2000). Islam: A Short History. Modern Library.
  • Nasr, S. H. (2003). The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. HarperOne.
  • Hallaq, W. B. (2009). Shari‘a: Theory, Practice, Transformations. Cambridge University Press.
  • Lapidus, I. M. (2014). A History of Islamic Societies (3rd ed.). Cambridge University Press.

Citation

Previous Article

Imamisme

Next Article

Sunni

Citation copied!