Shaktisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Shaktisme adalah salah satu aliran utama dalam Hinduisme yang memusatkan pemujaan pada Shakti atau Devi, aspek feminin dari Tuhan yang melambangkan energi, kekuatan, dan kreativitas kosmik. Dalam Shaktisme, Shakti dianggap sebagai prinsip penciptaan dan penggerak alam semesta, serta sumber dari semua manifestasi ilahi. Aliran ini menekankan bhakti, ritual, meditasi, dan upacara untuk menghormati dan bersatu dengan kekuatan ilahi feminin.

Ajaran Shaktisme

Ajaran inti Shaktisme meliputi beberapa konsep penting:

  1. Shakti sebagai Tuhan Tertinggi
    Dalam Shaktisme, Shakti atau Devi dianggap sebagai realitas tertinggi, dan Brahman atau dewa laki-laki seperti Shiva hanya dapat berfungsi karena energi Shakti.
    Beberapa bentuk Shakti yang populer:
    • Durga – pelindung dan pejuang melawan kekuatan jahat.
    • Kali – simbol transformasi, kematian, dan pembebasan.
    • Parvati – lambang kasih, kesuburan, dan kesetiaan.
  2. Dualisme Energi (Shiva-Shakti)
    Shaktisme menekankan keseimbangan antara prinsip pasif (Shiva) dan aktif (Shakti). Alam semesta dianggap bergerak melalui interaksi kedua prinsip ini.
  3. Bhakti dan Pemujaan
    Pengabdian kepada Devi diwujudkan melalui:
    • Puja di kuil atau rumah
    • Festival, seperti Navaratri, untuk menghormati Devi dalam berbagai manifestasi
    • Meditasi dan mantra, termasuk penggunaan mantra sakral seperti Sri Vidya dan Kali Mantra
  4. Sakti, Tantra, dan Magis
    Beberapa aliran Shaktisme mengintegrasikan praktik Tantra, termasuk meditasi, ritual, dan teknik energi untuk mencapai kesadaran spiritual tinggi dan pembebasan.
  5. Samsara, Karma, dan Moksha
    Sebagaimana Hinduisme lainnya, Shaktisme menekankan siklus kelahiran kembali (samsara), hukum sebab-akibat (karma), dan pembebasan (moksha), yang dicapai melalui bhakti, pengetahuan spiritual (jnana), dan praktik disiplin (sadhana).
  6. Ikonografi dan Simbolisme
    • Yantra: simbol geometris yang mewakili energi ilahi, digunakan dalam meditasi dan ritual.
    • Lingga dan Yoni: simbolisasi Shiva dan Shakti sebagai kesatuan energi pasif dan aktif.
    • Patung dan lukisan Devi menekankan aspek kekuatan, kasih, dan transformasi.
Orang lain juga membaca :  Dialektikisme

Sejarah Perkembangan Shaktisme

  1. Zaman Veda dan Pra-Klasik (1500–500 SM)
    Pemujaan energi feminin muncul dalam Rigveda dan Atharvaveda melalui dewi seperti Ushas dan Aditi.
  2. Periode Klasik (500 SM – 1000 M)
    Shaktisme berkembang melalui teks Puranik dan Tantra, menekankan Devi sebagai Tuhan tertinggi. Literatur penting termasuk Devi Mahatmya dan Kalika Purana.
  3. Abad Pertengahan
    Tradisi bhakti dan tantrik berkembang di berbagai wilayah India, dengan penekanan pada festival dan puja komunitas untuk Devi.
  4. Era Modern
    Shaktisme tetap hidup melalui kuil, ritual, dan praktik spiritual, termasuk penyebaran ajaran Sri Vidya dan yoga Tantra di India dan secara global.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Shaktisme

  1. Markandeya – Penyair dan penulis Devi Mahatmya, teks klasik pemujaan Devi.
  2. Abhinavagupta (950–1020) – Filsuf Kashmir Shaiva dan Shakta, mengembangkan teori Tantra dan estetika spiritual.
  3. Lal Ded (1320–1392) – Penyair mistik Kashmir yang memadukan bhakti dan Shaktisme.
  4. Ramprasad Sen (1718–1775) – Penyair Bengal yang menulis puisi bhakti untuk Kali.
  5. Sri Anandamayi Ma (1896–1982) – Guru spiritual modern yang menekankan penyerahan diri kepada Devi.

Referensi

  • Kinsley, D. R. (1988). Hindu Goddesses: Visions of the Divine Feminine in the Hindu Religious Tradition. University of California Press.
  • Flood, G. (1996). An Introduction to Hinduism. Cambridge University Press.
  • White, D. G. (2000). Kiss of the Yogini: “Tantric Sex” in its South Asian Contexts. University of Chicago Press.
  • Pintchman, T. G. (2001). Seeking Mahadevi: Constructing the Identities of the Hindu Great Goddess. SUNY Press.
  • Rocher, L. (1986). The Puranas. Otto Harrassowitz Verlag.

Citation

Previous Article

Vaishnavisme

Next Article

Smarta

Citation copied!