Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Donatisme adalah sebuah gerakan teologi dan gerejawi dalam Kekristenan awal yang muncul di Afrika Utara pada abad ke-4. Gerakan ini menekankan kemurnian moral para rohaniwan dan menegaskan bahwa keabsahan sakramen bergantung pada kesucian pribadi pelayan sakramen. Donatisme akhirnya dipandang sebagai skisma oleh gereja besar (katolik) dan menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah Kekristenan awal, terutama melalui perdebatan dengan Agustinus dari Hippo.
Daftar Isi
Ajaran Donatisme mencakup sejumlah prinsip teologis yang membedakannya dari ajaran arus utama gereja awal:
Ajaran-ajaran ini bertentangan dengan pandangan gereja luas yang menyatakan bahwa keabsahan sakramen tidak bergantung pada kesucian pribadi pelayan, melainkan pada karya Kristus sendiri.
Donatisme berawal setelah berakhirnya penganiayaan Diocletian (303–305 M). Ketika Caecilian ditahbiskan sebagai Uskup Kartago, sebagian jemaat menolak karena penahbisnya diduga traditor. Mereka kemudian menobatkan Donatus Magnus, seorang tokoh yang teguh mempertahankan kemurnian gereja, sebagai uskup tandingan.
Gerakan ini berkembang kuat di Afrika Utara, terutama di kalangan masyarakat berbahasa Latin dan kelompok petani. Donatisme bahkan membentuk struktur gereja sendiri yang berjalan paralel selama lebih dari satu abad.
Kontroversi ini memuncak ketika:
Agustinus berargumen bahwa:
Melalui perdebatan filosofis, teologis, dan kebijakan pemerintah, gerakan Donatis melemah pada abad ke-5 dan akhirnya hilang setelah penaklukan Muslim di Afrika Utara pada abad ke-7.