Donatisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Donatisme adalah sebuah gerakan teologi dan gerejawi dalam Kekristenan awal yang muncul di Afrika Utara pada abad ke-4. Gerakan ini menekankan kemurnian moral para rohaniwan dan menegaskan bahwa keabsahan sakramen bergantung pada kesucian pribadi pelayan sakramen. Donatisme akhirnya dipandang sebagai skisma oleh gereja besar (katolik) dan menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah Kekristenan awal, terutama melalui perdebatan dengan Agustinus dari Hippo.

Ajaran Donatisme

Ajaran Donatisme mencakup sejumlah prinsip teologis yang membedakannya dari ajaran arus utama gereja awal:

  1. Kemurnian Moral Pelayan Sakramen
    Donatisme mengajarkan bahwa sakramen (baptisan, Ekaristi, dan lainnya) hanya sah jika dilakukan oleh pelayan gereja yang secara moral murni dan tidak pernah jatuh dalam dosa besar, seperti menyangkal iman saat penganiayaan.
  2. Penolakan terhadap Traditores
    Para traditores, yaitu rohaniwan yang menyerahkan kitab suci atau mengkhianati iman selama penganiayaan Kekaisaran Romawi, dianggap tidak layak memimpin gereja atau melayani sakramen.
  3. Gereja sebagai Komunitas yang Murni
    Gereja dipahami sebagai persekutuan orang-orang kudus yang tidak boleh mencampurkan diri dengan mereka yang berdosa berat atau tidak bertobat.
  4. Baptisan Ulang (Rebaptism)
    Donatisme mengharuskan baptisan ulang bagi orang yang pernah menerima sakramen dari rohaniwan yang dianggap tidak layak atau korup.
  5. Penolakan terhadap Otoritas Gereja Katolik Roma
    Donatis menolak keputusan konsili yang mengesahkan pelantikan para uskup yang mereka anggap tercemar, termasuk Uskup Caecilian di Kartago.

Ajaran-ajaran ini bertentangan dengan pandangan gereja luas yang menyatakan bahwa keabsahan sakramen tidak bergantung pada kesucian pribadi pelayan, melainkan pada karya Kristus sendiri.

Sejarah Perkembangan Donatisme

Donatisme berawal setelah berakhirnya penganiayaan Diocletian (303–305 M). Ketika Caecilian ditahbiskan sebagai Uskup Kartago, sebagian jemaat menolak karena penahbisnya diduga traditor. Mereka kemudian menobatkan Donatus Magnus, seorang tokoh yang teguh mempertahankan kemurnian gereja, sebagai uskup tandingan.

Orang lain juga membaca :  Jainisme

Gerakan ini berkembang kuat di Afrika Utara, terutama di kalangan masyarakat berbahasa Latin dan kelompok petani. Donatisme bahkan membentuk struktur gereja sendiri yang berjalan paralel selama lebih dari satu abad.

Kontroversi ini memuncak ketika:

  • Konsili Arles (314 M) menolak klaim Donatis.
  • Kaisar Konstantinus mendukung gereja arus utama dan menindas kelompok Donatis.
  • Perdebatan teologis berkembang antara Donatis dan Agustinus dari Hippo.

Agustinus berargumen bahwa:

  • Gereja adalah campuran orang benar dan pendosa (corpus permixtum).
  • Sakramen sah karena dikerjakan oleh Kristus, bukan oleh kesucian manusia.
  • Kesatuan gereja lebih penting daripada kemurnian sempurna.

Melalui perdebatan filosofis, teologis, dan kebijakan pemerintah, gerakan Donatis melemah pada abad ke-5 dan akhirnya hilang setelah penaklukan Muslim di Afrika Utara pada abad ke-7.

Tokoh-Tokoh Donatisme

  1. Donatus Magnus (fl. 315–355) – Pemimpin utama gerakan dan uskup yang menjadi nama bagi Donatisme.
  2. Caecilian of Carthage (d. 345) – Uskup resmi Kartago yang menjadi pusat kontroversi Donatis.
  3. Majorinus – Uskup yang dipilih oleh kelompok anti-Caecilian sebelum Donatus.
  4. Agustinus dari Hippo (354–430) – Penentang intelektual utama Donatisme melalui karya dan debat publik.
  5. Optatus of Milevis (4th century) – Penulis awal yang menentang Donatis melalui karya Against the Donatists.

Referensi

  • Augustine. (1997). Political Writings (E. L. Fortin & D. Kries, Eds.). Hackett.
  • Brown, P. (2000). Augustine of Hippo: A Biography. University of California Press.
  • Frend, W. H. C. (1952). The Donatist Church: A Movement of Protest in Roman North Africa. Oxford University Press.
  • Shaw, B. D. (2011). Sacred Violence: African Christians and Sectarian Hatred in the Age of Augustine. Cambridge University Press.
  • Tilley, M. A. (1998). The Bible in Christian North Africa: The Donatist World. Fortress Press.
Orang lain juga membaca :  Reformis

Citation

Previous Article

Deisme

Next Article

Dispensasionalisme

Citation copied!