Deisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Deisme adalah suatu aliran filsafat dan kepercayaan religius yang menegaskan keberadaan Tuhan sebagai Pencipta alam semesta, namun menolak wahyu supernatural, mukjizat, dan intervensi ilahi dalam kehidupan manusia. Dalam pandangan Deis, Tuhan menciptakan dunia dengan hukum-hukum alam yang teratur lalu membiarkannya berfungsi secara mandiri. Deisme berkembang kuat pada Zaman Pencerahan sebagai reaksi terhadap dogmatisme gereja dan munculnya rasionalisme modern.

Ajaran Deisme

Ajaran Deisme didasarkan pada keyakinan bahwa akal budi manusia adalah jalan utama untuk mengenal Tuhan. Prinsip-prinsip utamanya meliputi:

  1. Keberadaan Tuhan sebagai Pencipta
    Deisme menerima keberadaan Tuhan melalui argumen rasional, seperti argumen kosmologis dan teleologis. Tuhan dilihat sebagai Arsitek Agung yang merancang alam semesta dengan keteraturan yang logis.
  2. Penolakan terhadap Wahyu Supernatural
    Berbeda dengan teisme tradisional, Deisme menganggap wahyu tertulis, mukjizat, dan intervensi supranatural sebagai tidak rasional atau tidak diperlukan. Kitab suci dipandang sebagai dokumen sejarah, bukan firman Tuhan langsung.
  3. Alam sebagai “Kitab Tuhan”
    Hukum-hukum alam dianggap sebagai wahyu paling murni. Manusia dipanggil untuk mempelajari alam dan menggunakannya untuk memahami kehendak Ilahi.
  4. Akal sebagai Otoritas Tertinggi
    Rasionalitas dan moralitas alami lebih diutamakan daripada doktrin gereja. Kebajikan moral dianggap muncul dari akal sehat dan etika universal.
  5. Etika Universal dan Moralitas Kodrati
    Deisme menekankan moralitas praktis—keadilan, kebajikan, dan kemanusiaan—lebih daripada ritual keagamaan.
  6. Penolakan terhadap Institusi Keagamaan sebagai Mediator
    Gereja dianggap tidak memiliki otoritas khusus untuk menafsirkan Tuhan. Setiap individu dapat mengenal Tuhan melalui penggunaan akal.

Deisme tidak membentuk sistem doktrin yang ketat, sehingga terdapat variasi pemikiran di antara para penganutnya. Namun, semuanya sepakat bahwa Tuhan tidak terlibat langsung dalam sejarah atau kehidupan manusia setelah proses penciptaan.

Orang lain juga membaca :  Paleo Konservatisme

Sejarah Perkembangan Deisme

Akar Deisme muncul pada abad ke-17 di Inggris sebagai respons terhadap ketegangan antara gereja dan ilmu pengetahuan. Tokoh awal seperti Edward Herbert of Cherbury merumuskan dasar-dasar Deisme melalui “agama alam” (natural religion), yang menyatakan bahwa semua manusia dapat mengenal Tuhan tanpa wahyu.

Pada abad ke-18, Deisme mencapai puncaknya dalam konteks Zaman Pencerahan. Di Inggris, Prancis, dan Amerika, Deisme menjadi fondasi bagi banyak pemikir yang mengedepankan rasionalisme, sains, dan kebebasan berpikir. Tokoh seperti John Toland dan Matthew Tindal menulis karya-karya yang mengkritik agama institusional dan mengusulkan agama rasional sebagai alternatif.

Di Amerika, Deisme memengaruhi para pemikir pendiri negara, seperti Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, dan Thomas Paine. Bagi mereka, Deisme memberikan kerangka etis dan filosofis untuk negara yang memisahkan agama dari politik.

Meskipun menurun pada abad ke-19, Deisme tetap memengaruhi humanisme sekuler, liberalisme agama, Unitarianisme, dan gagasan tentang “spiritualitas tanpa agama”. Pada abad ke-21, elemen-elemen Deisme muncul dalam gerakan non-religious spirituality, teisme rasional, dan agama alam modern.

Tokoh-Tokoh Deisme

  1. Edward Herbert of Cherbury (1583–1648) – “Bapak Deisme” yang mengembangkan gagasan agama alam universal.
  2. John Toland (1670–1722) – Penulis Christianity Not Mysterious yang mengkritik unsur supranatural dalam agama.
  3. Matthew Tindal (1657–1733) – Tokoh Deisme Inggris yang menulis Christianity as Old as the Creation.
  4. Thomas Paine (1737–1809) – Penulis The Age of Reason, membela Deisme dan mengkritik agama terorganisir.
  5. Thomas Jefferson (1743–1826) – Negarawan Amerika yang merevisi Alkitab dengan menghilangkan unsur mukjizat (Jefferson Bible).

Referensi

  • Berman, D. (1988). A History of Atheism in Britain: From Hobbes to Russell. Routledge.
  • Israel, J. I. (2001). Radical Enlightenment: Philosophy and the Making of Modernity 1650–1750. Oxford University Press.
  • Leopold, D., & Stears, M. (Eds.). (2008). Political Theory: Methods and Approaches. Oxford University Press.
  • Schmidt, J. (2005). The European Enlightenment. Routledge.
  • Sorkin, D. (2008). The Religious Enlightenment: Protestants, Jews, and Catholics from London to Vienna. Princeton University Press.
Orang lain juga membaca :  Falangisme

Citation

Previous Article

Presbiterianisme

Next Article

Donatisme

Citation copied!