Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Metodisme adalah sebuah tradisi dalam Kekristenan Protestan yang berakar pada gerakan pembaruan rohani yang dipelopori oleh John Wesley dan saudaranya, Charles Wesley, pada abad ke-18 di Inggris. Gerakan ini awalnya muncul sebagai upaya untuk memperbarui kehidupan spiritual dalam Gereja Inggris melalui disiplin rohani yang teratur—karena itulah disebut “Methodist.” Metodisme menekankan pengalaman pribadi akan anugerah Allah, kesalehan praktis, serta komitmen terhadap pelayanan sosial dan misi.
Daftar Isi
Ajaran Metodisme didasarkan pada teologi Wesleyan yang berciri khas dalam beberapa aspek berikut:
Metodisme bermula ketika John Wesley, seorang imam Anglikan, mengalami pengalaman spiritual yang mendalam pada tahun 1738, yang dikenal sebagai “pengalaman Aldersgate.” Ia merasa hatinya “aneh sekali hangat” ketika mendengar pembacaan tafsir Luther atas Roma 1:17, yang menegaskan keselamatan oleh iman.
Wesley dan kelompoknya mulai berkumpul dalam kelompok kecil (kelas dan band) untuk praktik rohani teratur, membaca Alkitab bersama, saling mengaku dosa, dan saling mendorong dalam kehidupan kudus. Gerakan ini menyebar dengan cepat melalui khotbah-khotbah di luar ruangan dan aktivitas misi yang aktif.
Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19:
Metodisme juga berperan penting dalam perkembangan gerakan sosial, seperti penghapusan perbudakan, pendidikan umum, dan reformasi masyarakat.