Lutheranisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Lutheranisme adalah salah satu cabang besar dalam Kekristenan Protestan yang berakar pada ajaran Martin Luther, reformator Jerman abad ke-16. Gerakan ini lahir dari keinginan untuk membarui Gereja Barat berdasarkan prinsip-prinsip Kitab Suci, khususnya mengenai pembenaran oleh iman dan kebebasan Kristen. Lutheranisme menjadi fondasi banyak gereja di Eropa dan kemudian tersebar ke seluruh dunia melalui migrasi dan misi.

Ajaran Lutheranisme

Ajaran Lutheranisme dirumuskan dalam Konkordia (The Book of Concord, 1580), yang berisi pengakuan iman resmi gereja-gereja Lutheran. Beberapa pokok ajarannya meliputi:

  1. Pembenaran oleh Iman
    Doktrin utama Lutheranisme menyatakan bahwa manusia dibenarkan semata-mata melalui iman kepada Kristus, bukan melalui perbuatan atau usaha manusia. Ini dianggap sebagai pusat Injil.
  2. Otoritas Kitab Suci (Sola Scriptura)
    Kitab Suci adalah satu-satunya dasar ajaran gereja, sementara tradisi gereja memiliki nilai selama setia pada Alkitab.
  3. Sakramen
    Lutheranisme mempertahankan dua sakramen: Baptisan dan Perjamuan Kudus.
    • Dalam Perjamuan Kudus, Luther mengajarkan kehadiran nyata Kristus (real presence), tetapi tanpa konsep transubstansiasi.
    • Baptisan dipahami sebagai sarana kelahiran baru dalam anugerah Allah.
  4. Teologi Salib (Theologia Crucis)
    Allah dinyatakan terutama melalui penderitaan dan salib Kristus, bukan melalui kemuliaan duniawi. Manusia mengenal Allah melalui pewahyuan salib, bukan spekulasi rasional.
  5. Hukum dan Injil
    Lutheranisme membedakan dengan jelas antara Hukum (yang menunjukkan dosa dan kebutuhan akan keselamatan) dan Injil (kabar anugerah dalam Kristus).
  6. Imamat Semua Orang Percaya
    Semua orang percaya mempunyai akses langsung kepada Allah tanpa perantara manusia, meskipun pelayanan pastor tetap dihargai sebagai panggilan gerejawi.

Sejarah Perkembangan Lutheranisme

Gerakan Lutheran bermula ketika Martin Luther mempublikasikan 95 Tesis pada tahun 1517. Konflik dengan otoritas gereja dan teologi skolastik memuncak ketika Luther dikucilkan pada tahun 1521. Namun, ajaran Luther memperoleh dukungan signifikan di Jerman, Skandinavia, dan beberapa wilayah Eropa Tengah.

Orang lain juga membaca :  Konfusianisme

Ajaran-ajaran Luther dirumuskan secara sistematis dalam Augsburg Confession (1530) oleh Philipp Melanchthon, yang kemudian menjadi dokumen kunci Lutheranisme. Reformasi Lutheran berkembang pesat di Jerman Utara, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia—sering dengan dukungan raja-raja setempat.

Pada abad ke-19 dan 20, Lutheranisme menyebar melalui imigrasi ke Amerika Serikat, berkembang menjadi denominasi besar seperti ELCA dan LCMS. Lutheranisme juga membentuk komunitas penting di Afrika dan Asia melalui gerakan misi.

Pada era modern, Lutheranisme terlibat aktif dalam dialog ekumenis, seperti pernyataan bersama Katolik–Lutheran tentang doktrin pembenaran (1999). Tradisi ini tetap mempertahankan keseimbangan antara liturgi yang kaya, kesederhanaan teologi, dan fokus pada anugerah Allah.

Tokoh-Tokoh Lutheranisme

  1. Martin Luther (1483–1546) – Pendiri Reformasi Lutheran dan pengarang 95 Tesis.
  2. Philipp Melanchthon (1497–1560) – Teolog Lutheran yang menyusun Augsburg Confession.
  3. Johann Sebastian Bach (1685–1750) – Komposer agung yang teologinya tercermin dalam karya musik rohaninya.
  4. Dietrich Bonhoeffer (1906–1945) – Teolog modern yang melawan rezim Nazi dan menulis The Cost of Discipleship.
  5. Søren Kierkegaard (1813–1855) – Filsuf Kristen Denmark yang memengaruhi eksistensialisme dan refleksi iman pribadi.

Referensi

  • Bayer, O. (2008). Martin Luther’s Theology: A Contemporary Interpretation. Eerdmans.
  • Kolb, R., & Wengert, T. J. (Eds.). (2000). The Book of Concord. Fortress Press.
  • Hendrix, S. H. (2015). Martin Luther: Visionary Reformer. Yale University Press.
  • Lohse, B. (1986). Martin Luther: An Introduction to His Life and Work. Fortress Press.
  • McGrath, A. E. (2012). Christian Theology: An Introduction. Wiley-Blackwell.

Citation

Previous Article

Protestanisme

Next Article

Anglikanisme

Citation copied!