Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Protestanisme adalah salah satu cabang utama Kekristenan yang muncul pada abad ke-16 sebagai gerakan reformasi terhadap praktik, teologi, dan struktur Gereja Barat pada masa itu. Tradisi ini menekankan otoritas Kitab Suci, pembenaran oleh iman, dan kebebasan rohani individu dalam memahami firman Tuhan. Protestanisme berkembang menjadi beragam denominasi yang memiliki kekayaan tradisi, spiritualitas, dan pendekatan teologis yang luas.
Daftar Isi
Ajaran Protestanisme tidak tunggal, namun terdapat beberapa prinsip umum yang dikenal sebagai lima sola, yaitu:
Selain itu, Protestanisme menekankan penafsiran pribadi terhadap Kitab Suci, kehidupan gereja yang lebih egaliter, dan pengurangan hierarki gerejawi dibandingkan tradisi Katolik atau Ortodoks.
Protestanisme lahir dari Reformasi abad ke-16, yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap penyimpangan moral dan teologis di dalam Gereja Barat. Beberapa tonggak sejarah penting:
Setelah abad ke-16, Protestanisme terus berkembang dalam berbagai bentuk: dari Pietisme, Metodisme, Pentakostalisme, hingga Evangelikalisme modern. Pada era kontemporer, Protestanisme tersebar di seluruh dunia, menjadi kekuatan besar dalam pendidikan, misi, etika sosial, dan perkembangan budaya Barat.