Kongregasionalisme

Dipublikasikan: 7 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Kongregasionalisme adalah suatu bentuk organisasi gereja Protestan yang menekankan otonomi penuh jemaat lokal sebagai unit utama dalam kehidupan gereja. Tradisi ini berkembang dari Reformasi Inggris pada abad ke-16 dan 17, khususnya di antara kelompok Puritan yang menolak hierarki episkopal maupun sistem presbiterial. Dalam Kongregasionalisme, setiap jemaat memiliki kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri—baik dalam pemilihan pemimpin, penetapan liturgi, pengelolaan misi, maupun penafsiran Alkitab—dengan tetap mengakui bahwa otoritas tertinggi berada pada Kristus sebagai Kepala Gereja. Struktur ini menumbuhkan budaya demokratis, partisipasi aktif anggota, dan kebebasan teologis yang lebih luas dibandingkan model gereja lainnya.

Ajaran Kongregasionalisme

Kongregasionalisme lebih dikenal sebagai pola organisasi gereja daripada sebuah sistem teologi yang ketat, tetapi tetap memiliki prinsip-prinsip teologis dan eklesiologis, antara lain:

  1. Otonomi Jemaat Lokal
    Setiap jemaat merupakan komunitas yang berdaulat, tanpa hierarki eksternal. Jemaat berhak menentukan kepemimpinan, ajaran, dan praktik ibadahnya.
  2. Kedaulatan Kristus atas Gereja
    Kristus dianggap sebagai satu-satunya Kepala Gereja. Otoritas rohani tidak berasal dari lembaga gerejawi tingkat atas, tetapi dari kedaulatan Kristus sebagaimana dipahami melalui Kitab Suci.
  3. Keterlibatan Anggota dalam Pengambilan Keputusan
    Gereja kongregasional berfungsi secara demokratis, dengan keputusan penting ditetapkan melalui rapat jemaat dan voting anggota.
  4. Kebebasan Teologis dan Kebebasan Hati Nurani
    Kongregasionalisme menekankan kebebasan individu dalam menafsirkan Kitab Suci, tanpa tekanan dogmatis yang ketat.
  5. Persekutuan Gereja Tanpa Hierarki
    Meskipun jemaat berdiri sendiri, mereka sering bekerja sama dalam asosiasi atau sinode secara sukarela untuk misi dan pendidikan.

Sejarah Perkembangan Kongregasionalisme

Kongregasionalisme berakar dari gerakan Puritan di Inggris pada abad ke-16 yang menginginkan reformasi gereja lebih radikal dari Gereja Anglikan. Kelompok Separatis yang menolak struktur episkopal mulai membentuk jemaat independen. Pada awal abad ke-17, banyak penganut Kongregasionalisme bermigrasi ke Amerika Utara untuk mencari kebebasan beragama. Mereka mendirikan koloni seperti Massachusetts Bay dan menjadi fondasi bagi tradisi gerejawi di wilayah New England.

Orang lain juga membaca :  Hegelianisme

Pada abad ke-18 dan 19, Kongregasionalisme berkembang menjadi denominasi tersendiri di Amerika dan bersinggungan dengan gerakan-gerakan teologis seperti Unitarianisme dan Universalisme. Beberapa jemaat memilih tetap ortodoks Reformed, sedangkan yang lain bergerak ke arah liberal. Pada tahun 1957, banyak gereja kongregasional bergabung membentuk United Church of Christ (UCC), meskipun sejumlah jemaat tetap mandiri atau bergabung dalam National Association of Congregational Christian Churches.

Di Inggris, Kongregasionalisme berkembang melalui Congregational Union of England and Wales dan kemudian melalui penyatuan dengan Presbyterianisme yang membentuk United Reformed Church (1972). Hingga kini, Kongregasionalisme tetap hidup sebagai tradisi penting yang menekankan demokrasi gerejawi dan kebebasan rohani.

Tokoh-Tokoh Kongregasionalisme

  1. Robert Browne (1550–1633) – Pelopor teologi independen yang sering disebut “bapak Kongregasionalisme.”
  2. John Cotton (1585–1652) – Pemimpin Kongregasionalis di koloni Massachusetts yang mengembangkan sistem gereja mandiri di Amerika.
  3. Thomas Hooker (1586–1647) – Tokoh Puritan yang berpengaruh dalam merumuskan prinsip-prinsip demokrasi gerejawi dan pendirian Connecticut.
  4. Jonathan Edwards (1703–1758) – Teolog kebangunan rohani yang berasal dari latar belakang Kongregasionalis New England.
  5. Horace Bushnell (1802–1876) – Teolog Kongregasionalis yang berpengaruh dalam teologi liberal abad ke-19.

Referensi

  • Brown, S. (1996). A Brief History of Congregationalism. Congregational Press.
  • Gaustad, E. S. (1961). The Congregational Way. Harper & Row.
  • Morgan, E. S. (1967). The Puritan Dilemma: The Story of John Winthrop. Little, Brown and Company.
  • Walker, W. (1960). A History of the Congregational Churches in the United States. The Pilgrim Press.
  • Williams, G. H. (1962). The Radical Reformation. Westminster Press.

Citation

Previous Article

Konfusianisme

Next Article

Katolisisme

Citation copied!