Dipublikasikan: 7 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025
Dipublikasikan: 7 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Chiliasme adalah sebuah keyakinan eskatologis dalam tradisi Kekristenan yang berasal dari kata Yunani chilia, yang berarti “seribu.” Dalam konteks teologi, Chiliasme merujuk pada kepercayaan bahwa Yesus Kristus akan datang kembali untuk memerintah secara nyata di bumi selama seribu tahun sebelum berlangsungnya penghakiman terakhir dan pembaruan ciptaan. Keyakinan ini didasarkan terutama pada penafsiran literal terhadap Wahyu 20:1–6. Dalam sejarah, Chiliasme muncul sebagai salah satu bentuk awal penafsiran eskatologis Gereja perdana sebelum kemudian ditentang oleh para teolog yang mengadopsi interpretasi rohani atau alegoris.
Daftar Isi
Chiliasme berfokus pada konsep pemerintahan seribu tahun yang dipimpin oleh Kristus di bumi. Ajaran ini dapat dibagi menjadi beberapa bentuk:
Ciri khas utama Chiliasme adalah harapan akan pemerintahan Kristus yang nyata dan bersifat duniawi, meskipun tetap memiliki dimensi ilahi. Banyak pendukung Chiliasme melihatnya sebagai penggenapan akhir dari janji Allah kepada umat-Nya dan sebagai tanda pemulihan kosmik.
Dalam Gereja awal, tokoh-tokoh seperti Papias, Justin Martyr, dan Irenaeus mengajarkan bentuk premilenialisme yang kemudian dikenal sebagai Chiliasme. Mereka menekankan pengharapan literal akan kerajaan seribu tahun yang akan dimulai setelah kedatangan kedua Kristus.
Pada abad ke-3, Origen dan kemudian Agustinus mengembangkan penafsiran alegoris terhadap Wahyu 20, memandang “seribu tahun” sebagai simbol pemerintahan rohani Kristus melalui gereja. Pandangan ini akhirnya menjadi arus utama dalam Kekristenan Barat, menyebabkan Chiliasme dianggap kurang ortodoks selama abad pertengahan.
Chiliasme kembali muncul secara kuat pada masa Reformasi dan pasca-Reformasi, terutama di antara kelompok radikal seperti Anabaptis dan beberapa gerakan kebangunan rohani Protestan. Pada abad ke-19 dan 20, premilenialisme dispensasional—meskipun tidak identik dengan Chiliasme tradisional—memperbarui minat terhadap eskatologi milenialisme dengan penekanan pada kronologi akhir zaman yang lebih sistematis.
Dalam konteks modern, Chiliasme masih hadir dalam berbagai denominasi Protestan konservatif, pengajaran profetik, dan kajian eskatologi akademis.