Theravāda

Dipublikasikan: 7 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Theravāda adalah salah satu aliran utama Buddhisme yang menekankan ajaran asli Buddha seperti yang terdapat dalam Tipiṭaka (Canon Pāli). Theravāda, yang berarti “Ajaran Para Sesepuh”, memusatkan perhatian pada pemeliharaan tradisi kuno, praktik monastik, dan pencapaian pencerahan pribadi (arahant). Aliran ini berkembang terutama di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja. Theravāda menekankan disiplin moral (sīla), meditasi (samādhi), dan kebijaksanaan (paññā) sebagai sarana utama untuk mengakhiri siklus kelahiran kembali (samsāra) dan mencapai nirvana. Aliran ini cenderung literal dalam interpretasi teks suci dan menekankan praktik individual serta peran biksu sebagai teladan spiritual.

Ajaran Theravāda

Ajaran utama Theravāda meliputi:

  1. Empat Kebenaran Mulia – Mengajarkan bahwa kehidupan mengandung penderitaan (dukkha), penyebab penderitaan (keinginan atau tanha), kemungkinan akhir penderitaan (nirvana), dan jalan menuju pembebasan melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan.
  2. Jalan Mulia Berunsur Delapan – Panduan moral dan spiritual yang mencakup pandangan benar, niat benar, ucapan benar, tindakan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
  3. Ketaatan pada Tipiṭaka – Theravāda menganggap Tipiṭaka sebagai sumber ajaran otoritatif yang memandu praktik monastik dan kehidupan spiritual.
  4. Tujuan Arahant – Pencerahan individu (arahant) menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pembebasan pribadi dari samsāra.
  5. Meditasi dan disiplin monastik – Praktik meditasi (samatha dan vipassanā) serta hidup disiplin di biara (vihāra) dianggap esensial untuk pengembangan spiritual.

Theravāda menekankan praktik individual dan transformasi diri melalui disiplin etis, konsentrasi, dan kebijaksanaan, dengan fokus pada pengalaman langsung pencerahan.

Orang lain juga membaca :  Liberalisme

Sejarah Perkembangan Theravāda

Theravāda muncul sebagai cabang Buddhisme yang paling konservatif setelah perpecahan awal komunitas Buddhis di India. Sekitar abad ke-3 SM, Kaisar Ashoka mendukung penyebaran Buddhisme ke Sri Lanka, di mana Theravāda menjadi dominan dan berkembang menjadi tradisi yang terstruktur secara monastik.

Dari Sri Lanka, Theravāda menyebar ke Asia Tenggara, terutama Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja, mempertahankan fokus pada Tipiṭaka dan praktik monastik. Selama abad ke-19 dan ke-20, Theravāda kembali diperbarui melalui gerakan modernisasi di Sri Lanka dan Thailand, termasuk pengajaran vipassanā secara lebih sistematis dan penyebaran ke Barat. Tradisi ini juga menekankan pendidikan biksu dan keterlibatan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.

Tokoh-Tokoh Theravāda

  1. Siddhartha Gautama (Buddha) – Pendiri Buddhisme dan sumber ajaran yang dipertahankan Theravāda.
  2. Mahinda Thera (abad ke-3 SM) – Biksu Sri Lanka yang membawa Buddhisme Theravāda dari India dan mendirikan komunitas monastik.
  3. Bikkhu Bodhi (lahir 1944) – Sarjana kontemporer yang menerjemahkan Tipiṭaka ke dalam bahasa Inggris dan mempopulerkan praktik Theravāda di Barat.
  4. Anagarika Dharmapala (1864–1933) – Pemimpin gerakan revival Buddhisme Theravāda di Sri Lanka dan pendukung penyebaran ke dunia Barat.
  5. Ajahn Chah (1918–1992) – Guru meditasi Thailand yang memperkenalkan ajaran Theravāda secara luas melalui biara dan pengajaran meditasi.

Referensi

  • Gombrich, R. F. (1988). Theravāda Buddhism: A Social History from Ancient Benares to Modern Colombo. Routledge.
  • Harvey, P. (2013). An Introduction to Buddhism: Teachings, History and Practices (2nd ed.). Cambridge University Press.
  • Bodhi, B. (2005). In the Buddha’s Words: An Anthology of Discourses from the Pali Canon. Wisdom Publications.
  • Collins, S. (1998). Nirvana and Other Buddhist Felicities. Cambridge University Press.
  • Kohn, M. (2004). Meditation and the Buddhist Path. Shambhala Publications.
Orang lain juga membaca :  Sektarianisme

Citation

Previous Article

Buddhisme

Next Article

Mahayana

Citation copied!