Dipublikasikan: 4 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 4 Desember 2025
Dipublikasikan: 4 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 4 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Arianisme adalah aliran teologi kristologis yang muncul pada awal abad ke-4, yang dipelopori oleh Arius, seorang imam dari Aleksandria. Arianisme menekankan bahwa Yesus Kristus, meskipun ilahi, bukanlah Allah yang sejati dalam arti kekal dan setara dengan Bapa. Menurut ajaran ini, Yesus adalah makhluk ciptaan tertinggi Allah, yang diciptakan sebelum dunia ada, tetapi tetap memiliki awal dan tidak bersifat kekal seperti Allah Bapa. Pandangan ini menentang doktrin Trinitas ortodoks, karena menempatkan Yesus sebagai subordinat terhadap Allah Bapa, sehingga menimbulkan kontroversi besar dalam gereja awal.
Daftar Isi
Ajaran Arianisme menekankan beberapa prinsip utama:
Ajaran ini menekankan perbedaan esensial antara Bapa dan Anak, serta mengajarkan bahwa keselamatan diberikan melalui ciptaan ilahi yang paling tinggi, yaitu Yesus, tetapi tanpa menganggap-Nya setara dengan Bapa.
Arianisme muncul sekitar tahun 318 M ketika Arius mengajarkan bahwa Yesus tidak kekal dan berasal dari kehendak Allah. Ajaran ini menyebar cepat di wilayah Kekaisaran Romawi Timur, memicu perdebatan teologis yang tajam. Konsili Nicea (325 M) dipanggil untuk menyelesaikan kontroversi ini, yang menghasilkan Pengakuan Iman Nicea (Nicene Creed), menegaskan bahwa Kristus adalah homoousios atau sehakikat dengan Bapa.
Meskipun dinyatakan sesat oleh konsili, Arianisme tetap bertahan dalam beberapa dekade berikutnya, terutama di kalangan raja-raja Jermanik yang memeluk kepercayaan Arian, seperti Visigoth, Ostrogoth, dan Vandal. Arianisme akhirnya memudar seiring integrasi mereka ke dalam Kekristenan ortodoks pada abad ke-6.
Arianisme adalah ajaran sesat Kristen awal yang menyatakan Yesus Kristus bukan Allah sejati, melainkan ciptaan pertama Allah yang lebih tinggi dari manusia tapi lebih rendah dari Allah Bapa. Ajaran ini ditolak oleh Konsili Nicea (325 M).
Ajaran Arius atau Arianisme menyatakan bahwa Yesus Kristus bukan Allah sejati, melainkan ciptaan pertama Allah yang lebih tinggi dari manusia tetapi lebih rendah dari Allah Bapa. Pandangan ini ditolak oleh gereja pada Konsili Nicea (325 M).