Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Virtue Signaling Fallacy adalah kesalahan penalaran ketika seseorang menilai kebenaran atau kualitas sebuah argumen berdasarkan tindakan atau pernyataan yang menampilkan kebajikan moral, bukan berdasarkan kekuatan logis argumen itu sendiri. Dalam praktiknya, ini terjadi ketika seseorang lebih fokus pada menunjukkan moralitas, integritas, atau posisi etis di hadapan publik daripada memberikan alasan yang relevan dan substansial. Fallacy ini sering muncul dalam debat sosial, politik, dan media sosial, di mana citra moral lebih diutamakan daripada keutuhan argumen.
Daftar Isi
Virtue Signaling Fallacy adalah informal fallacy yang terjadi ketika argumen bergeser dari pembuktian yang logis menuju penekanan pada sinyal moral sebagai pengganti bukti. Alih-alih menjelaskan alasan yang kuat, seseorang menunjukkan komitmen terhadap suatu nilai agar tampak superior secara moral.
Fallacy ini berbeda dari virtue signaling sebagai fenomena sosial—yang bisa terjadi tanpa niat menipu—karena versi fallacy memanfaatkan sinyal tersebut seolah-olah menjadi bukti atau dasar validnya klaim.
Karakteristik utamanya: