Suppressed Evidence Fallacy

Dipublikasikan: 3 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando Suppressed Evidence Fallacy adalah kesalahan penalaran yang terjadi ketika seseorang sengaja atau tidak sengaja menghilangkan, menyembunyikan, atau mengabaikan bukti yang relevan sehingga argumennya tampak lebih kuat dari yang sebenarnya. Fallacy ini sangat berbahaya karena menghasilkan kesimpulan yang bias dan tidak lengkap, meskipun argumen yang disajikan tampak logis. Dalam praktiknya, fallacy ini kerap ditemukan dalam politik, hukum, pemasaran, debat publik, dan penelitian yang tidak jujur.

Pengertian Suppressed Evidence Fallacy

Suppressed Evidence Fallacy adalah informal fallacy yang terjadi ketika seseorang menyajikan sebagian bukti yang mendukung posisinya tetapi menahan atau menghilangkan bukti lain yang secara signifikan melemahkan kesimpulan tersebut.
Tujuan—disadari atau tidak—adalah membuat argumen tampak kuat dengan memanfaatkan ketidaktahuan audiens tentang bukti yang tidak disebutkan.

Ciri-ciri fallacy ini meliputi:

  • Menyembunyikan data atau konteks penting.
  • Mengabaikan informasi yang bertentangan (cherry-picking evidence).
  • Mengutip fakta secara selektif untuk mendukung agenda tertentu.
  • Menyimpulkan sesuatu tanpa mempertimbangkan keseluruhan bukti.
  • Mengandalkan narasi parsial untuk menyesatkan audiens.

Fallacy ini sering tumpang tindih dengan manipulasi data, bias konfirmasi, dan teknik retorika yang tidak etis.

Contoh Suppressed Evidence Fallacy

  1. Dalam bisnis/iklan:
    “Produk ini terbukti meningkatkan energi!”
    → Iklan tersebut tidak menyebutkan bahwa penelitian juga menemukan efek samping signifikan yang mengurangi manfaatnya.
  2. Dalam politik:
    “Kebijakan ini menurunkan angka kriminalitas 15%.”
    → Data yang disembunyikan: kriminalitas di wilayah lain naik drastis akibat pemindahan paksa populasi.
  3. Dalam diskusi ilmiah:
    “Studi menunjukkan obat ini aman.”
    → Namun data yang dihilangkan adalah bahwa uji coba dilakukan pada sampel sangat kecil dan tidak mencerminkan populasi umum.
  4. Dalam kehidupan sehari-hari:
    “Dia selalu baik kepadamu!”
    → Pernyataan itu mengabaikan fakta bahwa orang tersebut juga sering memanipulasi atau membohongi, tetapi bukti itu tidak disebutkan.
Orang lain juga membaca :  Argument from Silence

Cara Mengatasi Suppressed Evidence Fallacy

  1. Cari informasi yang tidak disebutkan:
    Tanyakan: “Apakah ada bukti lain yang relevan tetapi tidak disampaikan?”
  2. Bandingkan beberapa sumber:
    Jangan mengandalkan satu sumber yang mungkin bias atau selektif.
  3. Waspadai cherry-picking:
    Perhatikan apakah argumen hanya mengambil data yang mendukung klaimnya.
  4. Evaluasi konteks lengkap:
    Data tanpa konteks dapat sangat menyesatkan.
  5. Periksa metodologi dan sampel:
    Banyak bukti disembunyikan melalui interpretasi yang tidak lengkap terhadap data penelitian.
  6. Tanyakan dampak bukti yang hilang:
    Jika bukti tambahan muncul, apakah kesimpulan masih bertahan?
  7. Gunakan prinsip transparansi:
    Argumen yang kuat harus toleran terhadap bukti yang berlawanan, bukan menyembunyikannya.

Referensi

  • Walton, D. (1995). A Pragmatic Theory of Fallacy. The University of Alabama Press.
  • Tindale, C. W. (2007). Fallacies and Argument Appraisal. Cambridge University Press.
  • Govier, T. (2010). A Practical Study of Argument. Wadsworth.
  • Damer, T. E. (2013). Attacking Faulty Reasoning. Wadsworth.
  • Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.

Citation

Previous Article

Straw Man Fallacy

Next Article

Sunk Cost Fallacy

Citation copied!