Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Reification Fallacy adalah kekeliruan berpikir ketika seseorang memperlakukan konsep abstrak seolah-olah ia adalah entitas konkret, fisik, atau memiliki kehendak dan kemampuan bertindak. Kesalahan ini muncul ketika ide, kategori, atau konstruksi mental dipersonifikasi dan dianggap sebagai benda nyata yang memiliki agen, niat, atau kekuatan causal. Reification sering muncul dalam bahasa sehari-hari, metafisika, ilmu sosial, ideologi, dan retorika politik, karena manusia cenderung mengonkritkan hal-hal abstrak untuk memudahkan pemahaman.
Daftar Isi
Reification Fallacy (atau hypostatization fallacy) adalah informal fallacy yang terjadi ketika seseorang menganggap sesuatu yang abstrak sebagai sesuatu yang nyata secara material, atau memperlakukan konsep sebagai objek fisik atau pelaku yang memiliki niat.
Kesalahan ini muncul karena kecenderungan kognitif untuk memvisualisasikan atau memberi agen pada konsep abstrak sehingga terasa lebih mudah dicerna.
Ciri-ciri Reification Fallacy:
Secara filosofis, reifikasi dikritik karena mengaburkan realitas: apa yang seharusnya dipahami sebagai konstruksi konsep malah dianggap sebagai benda yang benar-benar ada.