Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Post Hoc Fallacy adalah kesalahan logika yang terjadi ketika seseorang menganggap bahwa suatu peristiwa menyebabkan peristiwa lain hanya karena terjadi sebelumnya dalam urutan waktu. Fallacy ini sering muncul dalam penalaran sehari-hari, politik, medis, ekonomi, hingga kepercayaan tradisional. Misalnya, jika seseorang minum jamu lalu sembuh, kemudian menyimpulkan “Aku sembuh karena jamu itu,” padahal banyak faktor lain yang mungkin terlibat—itulah Post Hoc Fallacy. Meski hubungan temporal dapat memberi petunjuk adanya sebab-akibat, asumsi bahwa “setelah itu berarti karena itu” adalah jebakan logika yang menyesatkan.
Daftar Isi
Post Hoc Fallacy, dikenal juga sebagai Post Hoc Ergo Propter Hoc (bahasa Latin: setelah itu, maka karena itu), adalah causal fallacy yang menyimpulkan hubungan sebab-akibat hanya berdasarkan urutan kronologis.
Struktur penalaran fallacy ini:
Padahal:
Post Hoc berbeda dari correlation fallacy, meskipun sangat berdekatan. Pada Post Hoc, fokus kesalahan terletak pada urutan waktu, bukan korelasi statistik.
Fallacy ini sering muncul dalam:
Fallacy ini sering terasa meyakinkan karena manusia cenderung mencari pola sebab-akibat dari hal-hal yang berurutan.
Untuk menghindari kesalahan penalaran ini, gunakan pendekatan berikut: