Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — No True Scotsman Fallacy adalah kesalahan logika yang terjadi ketika seseorang mempertahankan klaim universal dengan mengubah definisi kelompok secara ad hoc untuk mengecualikan contoh yang membantah klaim tersebut. Alih-alih menerima bukti yang bertentangan, pelaku fallacy ini “memurnikan” kategori agar klaimnya tetap terlihat benar. Fallacy ini sering muncul dalam diskusi moral, identitas kelompok, agama, budaya, dan politik, terutama ketika seseorang ingin melindungi identitas atau nilai tertentu dari kritik. Misalnya, ketika seseorang mengatakan “Tidak ada orang X yang melakukan Y,” lalu ketika ditunjukkan contoh nyata, ia menjawab, “Ya, tapi itu bukan X yang sebenarnya.” Dengan cara ini, definisi terus digeser demi menyelamatkan klaim absolut.
Daftar Isi
No True Scotsman Fallacy adalah kesalahan berpikir (informal fallacy) yang melibatkan perubahan definisi suatu kelompok secara arbitrer untuk mempertahankan generalisasi absolut. Ia beroperasi dengan cara berikut:
Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh filsuf Antony Flew, yang menjelaskan fallacy ini melalui contoh seorang Skotlandia yang menolak menerima bahwa “ada orang Skotlandia yang melakukan tindakan tertentu” dengan mengatakan: “Tidak ada orang Skotlandia sejati yang akan melakukan itu.”
Fallacy ini sering muncul dalam konteks:
Bias utamanya berasal dari kebutuhan psikologis untuk melindungi identitas kelompok atau mempertahankan klaim absolut tanpa menerima falsifikasi.
Berikut beberapa ilustrasi nyata untuk memperjelas:
Ini menunjukkan bagaimana batas definisi dimainkan untuk melindungi klaim absolut.
Secara struktural, fallacy ini mengikuti pola:
Kesalahan terletak pada perubahan definisi yang tidak berlandaskan argumen objektif. Definisi dipakai secara manipulatif, bukan sebagai kategori konsisten.
Fallacy ini memiliki efek negatif, antara lain:
Gunakan metode berikut untuk mencegah terjebak dalam fallacy ini: