Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Lying with Statistics Fallacy adalah salah satu jenis kesalahan logika di mana statistik digunakan secara menyesatkan untuk mendukung klaim tertentu, padahal data yang disajikan tidak mewakili fakta secara objektif. Fallacy ini sering muncul dalam media, politik, iklan, dan penelitian ketika angka atau grafik dipilih, disederhanakan, atau disusun sedemikian rupa untuk membentuk kesan tertentu. Misalnya, perusahaan dapat menampilkan bahwa “90% pelanggan puas” tanpa mengungkapkan bahwa survei hanya melibatkan sebagian kecil pelanggan yang disukai produk tersebut. Kesalahan ini berbahaya karena menipu audiens, memengaruhi opini publik secara salah, dan mengaburkan interpretasi fakta yang sebenarnya.
Daftar Isi
Lying with Statistics Fallacy, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Kesalahan Logika Menyesatkan dengan Statistik,” adalah kesalahan berpikir yang terjadi ketika data statistik digunakan untuk memberikan kesan yang salah, menyesatkan, atau tidak proporsional terhadap fakta. Fallacy ini termasuk dalam kategori informal fallacy, karena menyerang kualitas argumen dengan manipulasi data, bukan kesalahan logika formal.
Ciri khas Lying with Statistics Fallacy meliputi:
Fallacy ini sering muncul dalam:
Secara psikologis, fallacy ini memanfaatkan kecenderungan manusia untuk percaya pada angka dan grafik sebagai bukti objektif, meskipun penyajian tersebut bias atau selektif.
Berikut beberapa contoh konkret dari Lying with Statistics Fallacy:
Beberapa strategi untuk mengenali dan menghindari fallacy ini meliputi: