Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Lump of Labor Fallacy adalah salah satu jenis kesalahan logika ekonomi yang muncul ketika seseorang menganggap bahwa jumlah pekerjaan dalam suatu ekonomi bersifat tetap atau terbatas. Fallacy ini sering digunakan dalam debat mengenai imigrasi, otomatisasi, atau perubahan teknologi, karena tampaknya menyederhanakan hubungan antara jumlah pekerja dan jumlah pekerjaan. Misalnya, pernyataan seperti “Jika lebih banyak imigran bekerja di negara kita, maka warga lokal akan kehilangan pekerjaan” mencerminkan Lump of Labor Fallacy. Kesalahan ini berbahaya karena mengabaikan dinamika ekonomi yang kompleks, termasuk penciptaan lapangan kerja baru melalui permintaan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Daftar Isi
Lump of Labor Fallacy, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Kesalahan Logika Jumlah Pekerjaan Tetap,” adalah kesalahan berpikir yang terjadi ketika seseorang menganggap bahwa jumlah pekerjaan dalam ekonomi adalah tetap, sehingga setiap tambahan pekerja akan mengurangi jumlah pekerjaan yang tersedia bagi orang lain. Fallacy ini termasuk dalam kategori informal fallacy, karena menyerang kualitas argumen berdasarkan asumsi yang salah tentang mekanisme ekonomi, bukan struktur logika formal.
Ciri khas Lump of Labor Fallacy meliputi:
Fallacy ini sering muncul dalam:
Secara psikologis, fallacy ini memanfaatkan intuisi sederhana bahwa pekerjaan adalah “kue” terbatas yang harus dibagi, meskipun kenyataannya ekonomi bersifat dinamis dan kemampuan penciptaan pekerjaan meningkat seiring inovasi dan pertumbuhan.
Berikut beberapa contoh konkret dari Lump of Labor Fallacy:
Beberapa strategi untuk mengenali dan menghindari fallacy ini meliputi: