Fallacy of Composition

Dipublikasikan: 2 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando Fallacy of Composition adalah salah satu jenis kesalahan logika yang terjadi ketika seseorang mengasumsikan bahwa apa yang benar untuk bagian-bagian individu dari suatu keseluruhan juga berlaku untuk keseluruhan itu sendiri. Kesalahan ini muncul karena logika yang digunakan mengekstrapolasi sifat atau karakteristik dari elemen tertentu ke tingkat agregat tanpa bukti yang memadai. Misalnya, jika setiap anggota tim olahraga memiliki kemampuan individu yang hebat, tidak selalu berarti tim secara keseluruhan akan sukses; keberhasilan tim bergantung pada koordinasi, strategi, dan sinergi antaranggota. Fallacy of Composition sering muncul dalam argumen sehari-hari, politik, ekonomi, dan debat ilmiah, karena manusia cenderung mengasumsikan bahwa sifat bagian mencerminkan sifat keseluruhan. Fallacy ini berbahaya karena dapat menghasilkan kesimpulan yang salah atau kebijakan yang tidak efektif jika diterapkan tanpa analisis yang lebih mendalam.

Pengertian Fallacy of Composition

Fallacy of Composition, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Kesalahan Logika Komposisi,” adalah kesalahan berpikir di mana argumen secara keliru menyimpulkan bahwa sesuatu yang berlaku untuk bagian-bagian individu juga berlaku untuk keseluruhan sistem atau kelompok. Fallacy ini termasuk dalam kategori informal fallacy, karena menyerang kualitas argumen berdasarkan generalisasi yang tidak valid, bukan struktur logika formal.

Ciri khas Fallacy of Composition meliputi:

  1. Mengasumsikan sifat bagian berlaku untuk keseluruhan tanpa pertimbangan interaksi, konteks, atau mekanisme tambahan.
  2. Mengabaikan kompleksitas sistem atau hubungan antarbagian.
  3. Menyederhanakan fenomena agregat berdasarkan karakteristik individu.

Fallacy ini sering muncul dalam berbagai konteks:

  • Ekonomi: Mengasumsikan apa yang baik untuk satu perusahaan atau industri berlaku untuk seluruh ekonomi.
  • Politik: Menganggap bahwa sikap individu tertentu mencerminkan sikap seluruh kelompok.
  • Ilmu Alam: Menyimpulkan sifat keseluruhan materi atau sistem biologis hanya berdasarkan sifat komponennya.
Orang lain juga membaca :  Appeal to Tradition

Secara psikologis, fallacy ini muncul karena kecenderungan manusia untuk berpikir intuitif dan membuat generalisasi cepat, tanpa mempertimbangkan interaksi kompleks yang muncul pada tingkat agregat.

Contoh Fallacy of Composition

Berikut beberapa contoh konkret dari Fallacy of Composition:

  1. Ekonomi & Bisnis: “Setiap investor individu menghasilkan keuntungan dari pasar saham, jadi seluruh pasar saham pasti menguntungkan.” Kesimpulan ini mengabaikan risiko pasar secara keseluruhan dan interaksi antarinvestor.
  2. Sosial & Budaya: “Setiap anggota komunitas ini jujur, jadi komunitas secara keseluruhan pasti bebas dari korupsi.” Sifat individu tidak selalu menjamin perilaku agregat kelompok.
  3. Olahraga: “Setiap pemain tim ini hebat, jadi tim pasti akan menang.” Keberhasilan tim bergantung pada kerja sama, strategi, dan dinamika tim, bukan hanya kualitas individu.
  4. Ilmu Alam & Sains: “Setiap atom dalam besi bersifat ringan, jadi besi secara keseluruhan ringan.” Sifat agregat besi berbeda dari sifat atom-atomnya karena interaksi dan massa total.
  5. Politik: “Setiap anggota partai mendukung reformasi tertentu, jadi partai akan menerapkan reformasi itu sepenuhnya.” Keputusan politik sering dipengaruhi oleh dinamika internal, kepentingan, dan konteks legislatif.

Cara Mengatasi Fallacy of Composition

Beberapa strategi dapat diterapkan untuk mengenali dan menghindari fallacy ini:

  1. Pertimbangkan Interaksi Antarbagian: Evaluasi bagaimana bagian-bagian berinteraksi dan memengaruhi sifat keseluruhan.
  2. Analisis Konteks Agregat: Jangan mengasumsikan sifat individu berlaku untuk sistem atau kelompok; pertimbangkan konteks yang lebih luas.
  3. Gunakan Data dan Studi Sistemik: Bukti empiris dari tingkat agregat lebih valid dibandingkan inferensi dari bagian-bagian saja.
  4. Ajukan Pertanyaan Kritis: Tanyakan “Apakah benar sifat ini berlaku pada keseluruhan?” sebelum menyimpulkan.
  5. Edukasi tentang Kompleksitas Sistem: Pemahaman tentang dinamika sistem membantu menghindari kesalahan generalisasi dari bagian ke keseluruhan.
Orang lain juga membaca :  Composition Fallacy

Referensi

  • Walton, D. (2008). Informal logic: A pragmatic approach (2nd ed.). Cambridge University Press.
  • Govier, T. (2010). A practical study of argument (7th ed.). Wadsworth Cengage Learning.
  • Damer, T. E. (2012). Attacking faulty reasoning (7th ed.). Cengage Learning.
  • Johnson, R. H., & Blair, J. A. (2006). Logical self-defense (3rd ed.). International Debate Education Association.
  • Hitchcock, D. (2018). The Oxford handbook of explanatory reasoning. Oxford University Press.
  • Popper, K. (2005). The logic of scientific discovery. Routledge.
  • Kahneman, D. (2011). Thinking, fast and slow. Farrar, Straus and Giroux.

Citation

Previous Article

Faulty Generalization Fallacy

Next Article

Genetic Fallacy

Citation copied!