Raymond Kelvin Nando — Excluded Middle Fallacy adalah kekeliruan penalaran ketika seseorang memaksakan pilihan hanya pada dua kemungkinan ekstrem, seolah tidak ada opsi atau spektrum alternatif di antara keduanya, padahal kenyataannya situasi tersebut memiliki banyak kemungkinan lain yang valid.
Daftar Isi
Pengertian Excluded Middle Fallacy
Excluded Middle Fallacy adalah jenis kekeliruan logika yang terjadi ketika argumen menyajikan dua posisi sebagai satu-satunya pilihan yang tersedia, dengan mengabaikan kemungkinan posisi tengah atau variasi lainnya. Fallacy ini sering muncul dalam retorika politik, debat sosial, serta percakapan sehari-hari ketika suatu masalah kompleks disederhanakan secara berlebihan sehingga menciptakan dikotomi palsu.
Ciri-Ciri Excluded Middle Fallacy
- Menampilkan dua ekstrem sebagai satu-satunya jawaban.
- Menghapus atau mengabaikan alternatif yang mungkin ada di antara kedua ekstrem tersebut.
- Menggunakan bahasa pemaksa seperti “harus”, “selalu”, atau “tidak mungkin”.
- Menyederhanakan masalah kompleks menjadi pilihan hitam-putih.
- Kadang dibuat untuk mengarahkan pembaca kepada satu pilihan secara manipulatif.
Contoh Excluded Middle Fallacy
- “Jika kamu tidak setuju dengan kebijakan ini, berarti kamu tidak cinta negara.”
Padahal seseorang dapat mencintai negara tetapi mengkritik kebijakan tertentu. - “Orang itu baik atau jahat, tidak ada yang di tengah.”
Realitas moral manusia jauh lebih kompleks. - “Kalau tidak diet ketat, kamu pasti obesitas.”
Ada banyak pola makan yang moderat di antara keduanya.
Cara Menghindari Excluded Middle Fallacy
- Pertimbangkan kemungkinan posisi tengah atau alternatif lain yang tidak disebutkan.
- Ajukan pertanyaan klarifikasi seperti “Apakah hanya dua pilihan ini?” atau “Adakah opsi lain?”
- Hindari penyederhanaan berlebihan terhadap masalah yang sifatnya kompleks.
- Gunakan analisis berbasis spektrum, bukan dikotomi.
- Sadari bahwa sebagian besar fenomena sosial, politik, moral, dan psikologis bersifat multidimensional.
FAQ
Mengapa Excluded Middle Fallacy sering muncul dalam debat publik?
Karena dikotomi ekstrem memudahkan retorika, membangkitkan emosi, dan memaksa audiens memilih tanpa berpikir kompleks.
Apakah semua penyederhanaan termasuk excluded middlefallacy ?
Tidak. Hanya penyederhanaan yang secara keliru menghapus alternatif valid yang termasuk fallacy ini.
Bagaimana membedakan Excluded Middle Fallacy dari black-or-white fallacy?
Keduanya berkaitan erat, namun excluded middle lebih menekankan penghilangan spektrum tengah, sementara black-or-white menekankan pemaksaan dua pilihan seolah saling meniadakan.
Referensi
- Copi, I. M., Cohen, C., & McMahon, K. (2016). Introduction to logic. Routledge.
- Kahane, H., & Tidman, N. (2013). Logic and contemporary rhetoric. Wadsworth.
- Walton, D. (2008). Informal logic: A pragmatic approach. Cambridge University Press.