Dipublikasikan: 19 November 2025
Terakhir diperbarui: 19 November 2025
Dipublikasikan: 19 November 2025
Terakhir diperbarui: 19 November 2025
Raymond Kelvin Nando — Cum hoc ergo propter hoc fallacy adalah kekeliruan berpikir ketika seseorang menganggap dua peristiwa yang terjadi secara bersamaan pasti memiliki hubungan sebab-akibat, padahal keberbersamaan tersebut tidak cukup untuk membuktikan kausalitas yang sebenarnya.
Daftar Isi
Pengertian cum hoc ergo propter hoc fallacy merujuk pada kesalahan penalaran yang menyamakan korelasi dengan kausalitas. Ketika dua fenomena muncul secara simultan, seseorang menyimpulkan bahwa yang satu menyebabkan yang lain tanpa memeriksa variabel lain, hubungan kompleks, atau kebetulan statistik. Dalam epistemologi, kekeliruan ini melemahkan validitas argumen karena mengabaikan prinsip dasar inferensi kausal yang menuntut bukti lebih dari sekadar keserentakan.
Ciri-ciri cum hoc ergo propter hoc fallacy ditandai oleh beberapa pola:
Contoh cum hoc ergo propter hoc fallacy dapat ditemukan dalam banyak wacana publik. Misalnya, “Ketika penggunaan internet meningkat, tingkat stres juga meningkat; jadi internet menyebabkan stres.” Padahal stres dapat dipengaruhi tuntutan pekerjaan, kondisi ekonomi, dan faktor psikologis lain yang meningkat bersamaan dengan perkembangan teknologi. Contoh lain: “Siswa yang banyak membaca sering mendapat nilai tinggi, berarti membaca menyebabkan nilai tinggi.” Kesimpulan ini mengabaikan motivasi belajar, kualitas pengajaran, atau lingkungan akademik yang mendukung.
Cara menghindari cum hoc ergo propter hoc fallacy adalah dengan membedakan korelasi dari kausalitas melalui beberapa langkah:
Karena manusia cenderung mencari pola instan dan menyukai penjelasan sederhana, sehingga keserentakan dianggap identik dengan kausalitas.
Korelasi tetap berfungsi sebagai indikasi awal, tetapi tidak boleh langsung dijadikan dasar penarikan kesimpulan kausal tanpa bukti tambahan.
Tidak. Post hoc bergantung pada urutan waktu, sedangkan cum hoc bergantung pada dua fenomena yang terjadi secara simultan.