Dipublikasikan: 17 November 2025
Terakhir diperbarui: 17 November 2025
Dipublikasikan: 17 November 2025
Terakhir diperbarui: 17 November 2025
Raymond Kelvin Nando — Noam Chomsky adalah seorang linguis, filsuf politik, kognitivis, kritikus media, dan aktivis anarkis libertarian asal Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai tokoh yang merevolusi ilmu linguistik melalui teori tata bahasa generatif, sekaligus menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap kekuasaan negara, imperialisme, dan indoktrinasi media modern. Chomsky dianggap sebagai intelektual publik paling berpengaruh di dunia sejak akhir abad ke-20.
Daftar Isi
Noam Chomsky lahir pada 7 Desember 1928 di Philadelphia, AS, dari keluarga imigran Yahudi keturunan Rusia. Ia tumbuh dalam lingkungan yang penuh diskusi intelektual, terutama mengenai bahasa, politik, dan gerakan sosial. Pada usia muda, Chomsky telah membaca karya-karya filsuf libertarian, anarkis, dan sosialis, termasuk Bakunin, Kropotkin, dan Rocker.
Chomsky menempuh pendidikan di University of Pennsylvania, lalu bekerja di MIT, di mana ia mengembangkan teori linguistik revolusioner yang menjadikannya bapak linguistik modern. Di luar linguistik, Chomsky aktif mengkritik kebijakan politik luar negeri Amerika, kapitalisme neoliberal, serta peran media dalam melestarikan ideologi dominan.
Hingga kini, Chomsky terus menulis, mengajar, dan berbicara mengenai linguistik, filsafat pikiran, politik radikal, media, dan ekonomi global.
Teori tata bahasa generatif mempertahankan gagasan bahwa manusia memiliki struktur bawaan yang memungkinkan mereka mempelajari bahasa dengan cepat dan efisien. Dalam pandangan ini, kemampuan berbahasa bukanlah hasil peniruan, melainkan ekspresi dari proses mental yang mendalam dan universal.
The human mind is equipped with a unique capacity for language, rooted in an innate biological structure. (Aspects of the Theory of Syntax, 1965, hlm. 12)
Teori ini mengguncang behaviorisme dan membuka era baru linguistik modern.
Chomsky berpendapat bahwa seluruh bahasa manusia memiliki kesamaan mendasar, yang disebut tata bahasa universal. Struktur ini bukan budaya atau hasil pembelajaran, tetapi bagian dari biologi manusia.
Languages differ superficially but share a deep, universal structure inherent to the human mind. (Knowledge of Language, 1986, hlm. 47)
Teori ini membangun jembatan antara linguistik, psikologi kognitif, dan neurosains.
Dalam bukunya bersama Edward S. Herman, Chomsky mengembangkan model propaganda, yang menjelaskan bagaimana media massa membentuk opini publik untuk mendukung kepentingan elite ekonomi dan politik.
The media serve the needs of power, not the truth. (Manufacturing Consent, 1988, hlm. 2)
Model ini menyebut lima filter:
Kajian ini menjadi fondasi analisis kritis media modern.
Chomsky adalah pembela sosialisme libertarian, yakni bentuk sosialisme yang menolak negara dan kapitalisme sekaligus mendukung pengorganisasian masyarakat secara demokratis dari bawah.
The goal of libertarian socialism is to create free and just communities without hierarchy or domination. (On Anarchism, 2013, hlm. 29)
Ia banyak terinspirasi oleh tradisi anarkisme klasik, terutama Kropotkin dan Rocker.
Chomsky secara sistematis mengkritik agresi militer Amerika Serikat, terutama di Vietnam, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia.
The United States often acts not in the name of democracy, but to preserve systems of power and profit. (Hegemony or Survival, 2003, hlm. 13)
Ia menolak mitos bahwa AS adalah “penjaga demokrasi,” dan menyoroti praktik hegemonik dan imperialistik.
Chomsky melahirkan revolusi kognitif, menggeser fokus dari bahasa sebagai perilaku menjadi bahasa sebagai struktur mental. Pemikirannya memengaruhi ilmu komputer, khususnya dalam pemodelan bahasa, kecerdasan buatan, serta teori komputasi.
Chomsky adalah simbol intelektual moral, yang konsisten menentang kekuasaan dan ketidakadilan. Ia menjadi rujukan utama untuk kritik media, analisis geopolitik, dan teori sosial libertarian.
Meski sering dianggap anarkis, Chomsky selalu menyebut dirinya “anarkis yang bersifat pragmatis”, bukan dogmatis. Ia menekankan bahwa anarkisme tidak boleh menjadi ideologi kaku, tetapi kerangka moral untuk memperluas kebebasan manusia.
Ia mendukung sosialisme libertarian, sebuah tradisi anarkisme yang berlandaskan demokrasi langsung, kerja sama, dan penolakan terhadap hierarki.
Model propaganda adalah analisis tentang bagaimana media massa membentuk opini publik untuk menguntungkan elite politik dan ekonomi.
Tidak. Chomsky juga merupakan tokoh besar dalam filsafat politik, kritik media, dan aktivisme anti-perang.