Dipublikasikan: 5 November 2025
Terakhir diperbarui: 5 November 2025
Dipublikasikan: 5 November 2025
Terakhir diperbarui: 5 November 2025
Raymond Kelvin Nando — Sosialisme Libertarian adalah ideologi politik yang berupaya menggabungkan prinsip kebebasan individu dengan keadilan sosial melalui penghapusan hierarki ekonomi dan politik. Ideologi ini menolak otoritarianisme negara sekaligus kapitalisme, dan menekankan pengelolaan kolektif sumber daya secara sukarela, egaliter, serta demokratis. Sosialisme Libertarian muncul sebagai reaksi terhadap kecenderungan otoriter dalam sosialisme negara dan eksploitasi sistem kapitalis, dengan keyakinan bahwa kebebasan sejati hanya dapat dicapai melalui kerja sama sosial tanpa paksaan.
Daftar Isi
Sosialisme Libertarian dapat didefinisikan sebagai paham sosialisme yang menolak kontrol negara atas ekonomi dan menekankan desentralisasi, partisipasi sukarela, serta pengelolaan bersama sumber daya secara demokratis.
“Libertarian socialism is not about state control, but about control by the people themselves.”
— Noam Chomsky, Notes on Anarchism (1970), p. 12
Ideologi ini menekankan pentingnya kebebasan individu dalam kerangka solidaritas sosial, di mana struktur kekuasaan digantikan oleh bentuk organisasi berbasis konsensus dan otonomi komunitas.
Sosialisme Libertarian menolak segala bentuk otoritas yang menindas, baik itu negara, kapitalis, maupun lembaga hierarkis. Kekuasaan harus didesentralisasikan agar masyarakat dapat mengatur diri sendiri.
“Freedom can only exist where authority is not.”
— Mikhail Bakunin, God and the State (1871), p. 42
Prinsip ini menegaskan bahwa pembebasan manusia hanya dapat terjadi jika struktur dominasi digantikan oleh bentuk organisasi yang egaliter dan partisipatif.
Berbeda dengan kapitalisme yang berbasis kepemilikan pribadi, sosialisme libertarian mengusung kepemilikan bersama atas alat produksi yang dikelola oleh komunitas secara demokratis dan tanpa paksaan.
“Property is theft.”
— Pierre-Joseph Proudhon, What is Property? (1840), p. 1
Sistem ini memungkinkan produksi dan distribusi dilakukan berdasarkan kebutuhan bersama, bukan demi akumulasi keuntungan.
Kropotkin berpendapat bahwa kerja sama dan solidaritas adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan kunci bagi kemajuan sosial.
“Mutual aid is as much a law of nature as mutual struggle.”
— Peter Kropotkin, Mutual Aid: A Factor of Evolution (1902), p. 75
Solidaritas dalam sosialisme libertarian menggantikan paksaan dan kompetisi sebagai dasar organisasi sosial.
Sosialisme Libertarian mendorong demokrasi langsung di mana keputusan diambil melalui musyawarah dan konsensus, bukan melalui sistem perwakilan yang hierarkis.
“Libertarian socialism aims to extend democracy to every sphere of life — economic, political, and social.”
— Noam Chomsky, On Anarchism (2013), p. 29
Masyarakat diatur melalui federasi komunitas otonom yang saling bekerja sama secara horizontal.
Kebebasan individu adalah inti dari sosialisme libertarian, namun kebebasan ini hanya bermakna jika disertai dengan penghapusan dominasi ekonomi dan sosial.
“The most violent element in society is ignorance; the most liberating, knowledge and freedom.”
— Emma Goldman, Anarchism and Other Essays (1910), p. 54
Kebebasan sejati bukanlah kebebasan untuk menindas, melainkan kebebasan untuk hidup dan bekerja sama tanpa penindasan.
Keduanya memiliki kesamaan prinsip seperti anti-otoritarianisme dan desentralisasi, namun sosialisme libertarian lebih menekankan aspek ekonomi kolektif dan solidaritas sosial daripada sekadar penghapusan negara.
Negara dianggap sebagai bentuk penindasan struktural. Sosialisme libertarian menolak kekuasaan negara yang sentralistik dan menggantinya dengan sistem federasi komunitas otonom.
Penerapannya menantang, tetapi prinsip-prinsipnya dapat ditemukan dalam model koperasi pekerja, ekonomi solidaritas, dan demokrasi partisipatif di tingkat lokal.