Dipublikasikan: 1 November 2025
Terakhir diperbarui: 1 November 2025
Dipublikasikan: 1 November 2025
Terakhir diperbarui: 1 November 2025
Raymond Kelvin Nando — Neoliberalisme adalah ideologi ekonomi dan politik yang menekankan kebebasan pasar, pengurangan peran negara dalam ekonomi, dan privatisasi sektor publik. Ideologi ini menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan efisiensi dapat dicapai melalui mekanisme pasar bebas, kompetisi, dan kepemilikan pribadi. Neoliberalisme muncul sebagai respons terhadap krisis ekonomi pada abad ke-20 dan menjadi dasar kebijakan ekonomi global, terutama sejak era 1980-an, mendorong deregulasi, liberalisasi perdagangan, dan reformasi fiskal.
Daftar Isi
Neoliberalisme dapat didefinisikan sebagai pendekatan ekonomi dan politik yang menekankan peran pasar bebas sebagai penentu utama alokasi sumber daya, dengan intervensi negara seminimal mungkin dan fokus pada efisiensi serta persaingan.
“The market is the most efficient allocator of resources; government intervention should be minimized.”
— Milton Friedman, Capitalism and Freedom (1962), p. 7
Kerangka ini menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat akan tercapai ketika individu dan perusahaan bebas mengatur aktivitas ekonomi mereka.
Neoliberalisme menekankan bahwa pasar bebas memungkinkan alokasi sumber daya yang efisien, sehingga intervensi pemerintah harus diminimalkan.
“The only way to achieve economic freedom and prosperity is to allow markets to operate without government interference.”
— Friedrich Hayek, The Road to Serfdom (1944), p. 78
Deregulasi dilakukan untuk mengurangi hambatan ekonomi dan mendorong inovasi.
Neoliberalisme menekankan alih kepemilikan aset publik ke sektor swasta, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
“Privatization of state-owned enterprises is essential to stimulate competition and economic growth.”
— Milton Friedman, Capitalism and Freedom (1962), p. 104
Privatisasi dianggap mendorong tanggung jawab dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya.
Ideologi ini menekankan pemerintah harus berperan sebagai fasilitator, bukan pengelola ekonomi, sehingga pasar dapat menentukan harga, produksi, dan distribusi barang dan jasa.
“Government should create rules, not run businesses; the less it interferes, the better the economy functions.”
— Friedrich Hayek, The Road to Serfdom (1944), p. 82
Negara tetap memiliki peran pengatur hukum, tetapi tidak mencampuri operasi pasar.
Neoliberalisme menekankan buka perdagangan internasional dan aliran modal bebas, agar kompetisi global meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi.
“Economic liberalization leads to greater prosperity by allowing resources to flow to their most productive use.”
— Milton Friedman, Free to Choose (1980), p. 59
Kebijakan ini mendorong integrasi ekonomi global dan investasi lintas negara.
Neoliberalisme menekankan peran individu dan perusahaan dalam inovasi dan penciptaan lapangan kerja, dengan persaingan sebagai mekanisme utama peningkatan kualitas dan efisiensi.
“Individual initiative and market competition drive progress and wealth creation.”
— Ronald Reagan, Address to the Nation on Economic Policy (1981), p. 12
Persaingan dianggap memacu kreativitas dan produktivitas ekonomi.
Neoliberalisme lebih menekankan penerapan pasar bebas secara global, privatisasi, dan liberalisasi perdagangan modern, sedangkan liberalisme klasik menekankan hak individu dan kebebasan sipil, dengan peran negara tetap lebih fleksibel.
Secara teori, fokus pada pasar bebas dianggap meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan, tetapi kritik menyebut bahwa hal ini dapat meningkatkan kesenjangan sosial dan ekonomi.
Neoliberalisme diterapkan melalui kebijakan deregulasi, privatisasi, liberalisasi perdagangan, reformasi pajak, dan mendorong sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi global.