Dipublikasikan: 31 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 31 Oktober 2025
Dipublikasikan: 31 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 31 Oktober 2025
Raymond Kelvin Nando — Komunitarianisme merupakan ideologi politik dan sosial yang menekankan pentingnya komunitas sebagai dasar kehidupan individu dan pengambilan keputusan politik. Berbeda dengan liberalisme yang menekankan kebebasan individu sebagai pusat perhatian, komunitarianisme melihat individu sebagai bagian dari jaringan sosial yang saling bergantung. Ideologi ini menekankan nilai-nilai moral, tanggung jawab sosial, dan keterikatan terhadap tradisi serta institusi lokal sebagai landasan stabilitas masyarakat.
Daftar Isi
Komunitarianisme dapat didefinisikan sebagai pandangan politik yang menekankan keseimbangan antara hak individu dan tanggung jawab terhadap komunitas, dengan fokus pada moralitas bersama, solidaritas, dan partisipasi sosial.
“Community is not just a collection of individuals, but a web of relationships that gives life meaning.”
— Amitai Etzioni, The Spirit of Community (1993), p. 8
Konsep ini menekankan bahwa hak-hak individu harus dipahami dalam konteks tanggung jawab sosial, dan bahwa komunitas menyediakan kerangka moral yang membimbing perilaku serta kebijakan publik.
Komunitarianisme menegaskan bahwa identitas dan kebahagiaan individu tidak bisa dipahami secara terpisah dari komunitasnya.
“Individuals are constituted by their social and moral practices, not prior to them.”
— Charles Taylor, Sources of the Self (1989), p. 53
Individu memperoleh nilai, norma, dan arah moral dari jaringan sosial tempat mereka berada. Kehidupan bermasyarakat memberikan struktur, makna, dan tujuan bagi eksistensi pribadi.
Ideologi ini menekankan bahwa kebebasan individu harus disertai tanggung jawab terhadap komunitas.
“Rights are inseparable from responsibilities; the health of the community ensures the welfare of its members.”
— Amitai Etzioni, The Spirit of Community (1993), p. 22
Keseimbangan ini menjadi dasar untuk kebijakan publik yang mempertimbangkan kepentingan bersama tanpa mengabaikan kebebasan personal.
Komunitarianisme menekankan nilai-nilai moral dan etika yang diturunkan dari tradisi, praktik sosial, dan konsensus komunitas.
“Justice and the good life cannot be defined by abstract principles alone; they require shared moral understanding.”
— Michael Sandel, Liberalism and the Limits of Justice (1982), p. 41
Masyarakat yang sehat menuntut warga untuk menghormati norma-norma kolektif dan berpartisipasi aktif dalam menjaga tatanan sosial.
Komunitarianisme mendorong partisipasi warga dalam pengambilan keputusan publik, sehingga masyarakat menjadi lebih kohesif dan demokratis.
“Active citizenship is essential; democracy cannot survive without engagement in communal life.”
— Amitai Etzioni, The Spirit of Community (1993), p. 57
Partisipasi ini bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban moral bagi individu dalam konteks komunitas mereka.
Komunitarianisme menghargai warisan budaya, praktik lokal, dan tradisi sebagai landasan stabilitas sosial.
“We are shaped by the narratives of our communities; without them, freedom is meaningless.”
— Alasdair MacIntyre, After Virtue (1981), p. 222
Tradisi menyediakan pedoman moral dan kerangka sosial yang membantu masyarakat menghadapi perubahan tanpa kehilangan identitas kolektif.
Liberalism menekankan kebebasan individu sebagai pusat, sedangkan komunitarianisme menekankan keseimbangan antara hak individu dan tanggung jawab sosial serta peran komunitas dalam membentuk identitas dan moralitas.
Tidak. Komunitarianisme menghargai kebebasan individu, tetapi menekankan bahwa kebebasan harus dipahami dalam konteks tanggung jawab terhadap komunitas dan nilai-nilai sosial.
Dalam praktik, komunitarianisme mendorong program yang memperkuat jaringan sosial, seperti pendidikan kewarganegaraan, pembangunan komunitas lokal, partisipasi politik, dan tanggung jawab sosial perusahaan.