Dipublikasikan: 30 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 30 Oktober 2025
Dipublikasikan: 30 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 30 Oktober 2025
Raymond Kelvin Nando — Letsisme merupakan ideologi sosial yang berpijak pada prinsip pertukaran sukarela dan ekonomi berbasis komunitas tanpa ketergantungan pada uang konvensional. Nama Letsisme berasal dari sistem Local Exchange Trading System (LETS), yaitu jaringan ekonomi alternatif yang memungkinkan anggota saling bertukar barang dan jasa menggunakan mata uang lokal atau satuan kredit non-komersial. Ideologi ini tumbuh sebagai respons terhadap kapitalisme yang dianggap menciptakan ketimpangan dan keterasingan ekonomi, dengan menekankan nilai solidaritas, keberlanjutan, dan kemandirian lokal.
Daftar Isi
Letsisme dapat didefinisikan sebagai sistem ekonomi komunitarian yang berlandaskan pertukaran setara dan saling membantu antarindividu dalam masyarakat lokal. Sistem ini tidak bergantung pada uang nasional, melainkan pada sistem kredit internal yang mencerminkan kontribusi dan kebutuhan anggotanya.
“Money should serve the community, not the other way around.”
— Michael Linton, Local Exchange Trading Systems Manual (1983), p. 7
Dalam pandangan letsisme, uang hanyalah alat, bukan tujuan. Ia berupaya mengembalikan fungsi ekonomi sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan kesejahteraan bersama, bukan akumulasi kekayaan individu.
Letsisme menekankan bahwa kekuatan ekonomi sejati berasal dari partisipasi aktif masyarakat lokal.
“Community currencies are tools for building community.”
— David Boyle, Funny Money (1999), p. 42
Sistem LETS memungkinkan anggota komunitas untuk saling menukar jasa seperti mengajar, memperbaiki rumah, atau perawatan anak dengan menggunakan kredit komunitas. Ini menciptakan sirkulasi ekonomi lokal yang berkelanjutan tanpa harus bergantung pada sistem keuangan global.
Dalam letsisme, setiap bentuk kerja memiliki nilai yang sama dalam konteks sosial.
“No one should be poor in the midst of abundance.”
— E. F. Schumacher, Small is Beautiful (1973), p. 59
Dengan menggunakan sistem kredit lokal, letsisme menghapus hierarki nilai yang sering muncul dalam ekonomi pasar. Tukang kebun, pengrajin, dan guru memiliki kedudukan yang setara dalam kontribusinya terhadap kesejahteraan bersama.
Letsisme mendorong desentralisasi ekonomi agar masyarakat dapat mandiri dari sistem keuangan nasional dan global yang fluktuatif.
“Local self-reliance is the foundation of real freedom.”
— Helena Norberg-Hodge, Ancient Futures (1991), p. 84
Kemandirian ini tidak berarti isolasi, tetapi menumbuhkan daya tahan ekonomi melalui solidaritas lokal dan sirkulasi sumber daya dalam komunitas. Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi krisis global.
Letsisme berpandangan bahwa ekonomi harus melayani manusia dan lingkungan secara berkelanjutan.
“We need a money system that rewards cooperation, not competition.”
— Margrit Kennedy, Interest and Inflation Free Money (1995), p. 21
Sistem pertukaran lokal membantu mengurangi konsumsi berlebihan, emisi karbon dari transportasi global, dan eksploitasi sumber daya. Ia sejalan dengan nilai-nilai ekologis dan prinsip keadilan sosial yang menolak eksploitasi tenaga kerja maupun alam.
Letsisme menegaskan pentingnya demokrasi ekonomi, di mana setiap anggota memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan.
“The economy is too important to be left to economists.”
— David Boyle, The New Economics (2003), p. 12
Keputusan tentang nilai pertukaran, jumlah kredit, dan aturan komunitas dibuat secara kolektif. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan bersama atas sistem ekonomi yang adil dan transparan.
Tidak. Barter adalah pertukaran langsung antara dua pihak, sedangkan letsisme menggunakan sistem kredit yang memungkinkan pertukaran multilateral di dalam komunitas.
Tidak sepenuhnya. Letsisme berfungsi sebagai sistem komplementer, bukan pengganti, yang memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada sistem moneter nasional.
Letsisme memperkuat jaringan sosial, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan rasa solidaritas serta kepercayaan antaranggota komunitas.