Dipublikasikan: 29 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 29 Oktober 2025
Dipublikasikan: 29 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 29 Oktober 2025
Raymond Kelvin Nando — James Guillaume adalah seorang pemikir, sejarawan, dan aktivis anarkis Swiss yang dikenal sebagai salah satu murid dan kolaborator paling setia dari Mikhail Bakunin. Ia memainkan peran penting dalam pengembangan anarkisme kolektivis dan dalam pembentukan Internasionale Pertama (International Workingmen’s Association). Guillaume dikenal karena menekankan pentingnya pendidikan, kerja sama ekonomi, dan organisasi pekerja dalam menciptakan masyarakat tanpa negara.
Daftar Isi
James Guillaume lahir pada 16 Februari 1844 di London, Inggris, dari keluarga Swiss. Ia dibesarkan di Neuchâtel, Swiss, dan bekerja sebagai guru sebelum terlibat aktif dalam gerakan buruh.
Guillaume bergabung dengan Internasionale Pertama (IWA) pada awal 1860-an, di mana ia bertemu dengan Mikhail Bakunin. Kedekatannya dengan Bakunin membentuk arah pemikirannya ke dalam anarkisme kolektivis yang menolak otoritas negara maupun kapitalisme.
Setelah perpecahan antara faksi Bakuninist dan Marxis dalam IWA, Guillaume menjadi tokoh utama dalam faksi anti-otoritarian dan turut mendirikan Federasi Jura di Swiss, pusat kegiatan anarkis Eropa saat itu. Ia juga banyak menulis tentang pendidikan dan sejarah sosialisme, termasuk karya monumentalnya L’Internationale: Documents et Souvenirs (1864–1878).
James Guillaume meninggal dunia di Paris pada 20 November 1916, meninggalkan warisan penting dalam sejarah anarkisme dan pendidikan progresif.
Bagi Guillaume, revolusi sejati harus datang dari organisasi mandiri kaum pekerja, bukan dari partai politik atau otoritas pusat. Ia menolak gagasan “pengambilalihan kekuasaan” dan justru menekankan transformasi sosial dari bawah melalui federasi-federasi kerja.
The social revolution is not the conquest of political power, but the organization of labor for the production and consumption of all. (L’Internationale, 1876, hlm. 54)
Pernyataan ini menegaskan bahwa revolusi sosial bukan tentang mengganti penguasa, tetapi tentang membangun sistem ekonomi baru berdasarkan solidaritas dan kerja kolektif.
Guillaume menaruh perhatian besar pada pendidikan, yang menurutnya merupakan alat utama untuk membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan ketundukan terhadap otoritas.
Education must make free men; it must not be a means of creating docile citizens for the state. (L’Internationale, 1874, hlm. 102)
Ia menolak model pendidikan negara yang menanamkan kepatuhan, dan menggantinya dengan pendidikan rasional, ilmiah, dan moral, yang memupuk kebebasan berpikir serta tanggung jawab sosial.
Sebagai penerus langsung pemikiran Bakunin, Guillaume mendukung anarkisme kolektivis, yaitu sistem di mana alat produksi dimiliki bersama oleh kaum pekerja. Namun berbeda dari Bakunin, Guillaume memberi perhatian lebih besar pada struktur organisasi praktis yang dapat mengatur kerja sama ekonomi secara efisien tanpa negara.
The workers themselves must organize production and exchange on the basis of equality and solidarity. (L’Internationale, 1875, hlm. 89)
Dalam visi Guillaume, masyarakat bebas tidak berarti tanpa aturan sama sekali, tetapi dikelola melalui kesepakatan sukarela dan federasi bebas antar komunitas pekerja.
Guillaume mengembangkan konsep federalisme anarkis, yaitu model organisasi sosial di mana komunitas lokal dan kelompok pekerja saling terhubung melalui federasi yang bersifat horizontal.
The federation replaces the state; it unites without subjugating, it coordinates without commanding. (L’Internationale, 1876, hlm. 61)
Bagi Guillaume, federasi memungkinkan koordinasi tanpa dominasi, sehingga kebebasan individu dan kolektif tetap terjaga dalam kerangka kerja sama sosial.
Guillaume adalah tokoh kunci dalam Federasi Jura, kelompok yang menjadi pusat anarkisme setelah perpecahan dengan Marx pada 1872. Ia menulis dan menyebarkan dokumen-dokumen yang mengartikulasikan posisi anarkis terhadap negara dan partai politik.
The emancipation of the workers must be the work of the workers themselves. (Resolution of the Jura Federation, 1873)
Semboyan ini menjadi salah satu prinsip dasar gerakan anarkis di seluruh dunia, menegaskan kemandirian dan otonomi kelas pekerja.
Pemikiran Guillaume banyak memengaruhi perkembangan anarkisme sosial di Eropa, terutama di Spanyol, Italia, dan Prancis. Ia juga menjadi inspirasi bagi pemikir pendidikan progresif seperti Francisco Ferrer dan Paul Robin, yang menerapkan prinsip kebebasan dan rasionalitas dalam pendidikan.
James Guillaume adalah filsuf anarkis dan pendidik sosial yang menekankan pentingnya organisasi mandiri, solidaritas ekonomi, dan pendidikan bebas sebagai dasar masyarakat tanpa negara.
Berbeda dengan kaum revolusioner politik, Guillaume percaya bahwa perubahan sejati harus datang melalui pembangunan institusi sosial baru dari bawah, bukan melalui kekuasaan negara. Pemikirannya menegaskan bahwa anarkisme adalah tentang membangun, bukan sekadar menghancurkan—membangun dunia yang lebih adil, bebas, dan manusiawi.
Guillaume adalah murid sekaligus kolaborator Bakunin dalam pengembangan anarkisme kolektivis dan organisasi pekerja internasional.
Ia menolak pendidikan negara yang bersifat otoriter dan menekankan pendidikan bebas yang membentuk manusia kritis dan merdeka.
Guillaume menolak ide perebutan kekuasaan politik oleh negara proletar, dan menekankan organisasi ekonomi mandiri tanpa negara.