Dipublikasikan: 16 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2025
Dipublikasikan: 16 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2025
Raymond Kelvin Nando — Falangisme merupakan ideologi politik yang lahir di Spanyol pada awal abad ke-20 dan dikenal sebagai bentuk nasionalisme otoriter dengan orientasi fasis, namun dengan penekanan kuat pada persatuan nasional, nilai Katolik, dan solidaritas sosial korporatis. Ideologi ini menjadi dasar rezim Francisco Franco, yang menggabungkan unsur tradisionalisme, antikomunisme, dan militerisme di bawah satu partai tunggal yang disebut Falange Española Tradicionalista y de las JONS. Falangisme menolak baik kapitalisme liberal maupun sosialisme, dan menekankan peran negara sebagai pelindung identitas nasional dan moral bangsa.
Daftar Isi
Falangisme adalah ideologi nasionalis, otoriter, dan korporatis yang berkembang di Spanyol pada 1930-an, berakar pada pandangan José Antonio Primo de Rivera, pendiri Falange Española. Falangisme menolak konflik kelas dan menggantikannya dengan gagasan solidaritas sosial berdasarkan kehormatan, tugas, dan kerja untuk kemuliaan bangsa.
“We are not the party of the right or the left, but the party of Spain.”
— José Antonio Primo de Rivera, Discursos y Escritos, p. 47
Pernyataan tersebut menggambarkan karakter falangisme sebagai gerakan “di atas” ideologi tradisional, menolak pembelahan politik konvensional demi persatuan nasional.
“Spain is a unity of destiny in the universal.”
— José Antonio Primo de Rivera, Ideario de Falange Española, p. 12
Falangisme menolak konsep nasionalisme liberal yang berbasis individu dan menggantinya dengan nasionalisme integral, yaitu keyakinan bahwa bangsa adalah entitas organik dan spiritual yang melampaui kepentingan pribadi.
“The nation is not a mere sum of individuals; it is a unity of destiny.”
— José Antonio Primo de Rivera, Discursos y Escritos, p. 53
Dalam pandangan ini, warga negara harus berkorban demi persatuan bangsa dan tunduk pada kepentingan nasional.
Alih-alih sistem kapitalis atau sosialis, falangisme menawarkan model korporatisme nasional-sindikalis, di mana pekerja dan pengusaha bersatu dalam organisasi profesional yang diawasi oleh negara.
“Work must be the axis of the new State.”
— Ramiro Ledesma Ramos, La Conquista del Estado, p. 21
Prinsip ini bertujuan menghapus konflik kelas dan menciptakan harmoni sosial melalui kerja kolektif yang diarahkan untuk kemajuan bangsa.
Falangisme menegaskan peran agama Katolik sebagai dasar moral dan spiritual bangsa Spanyol. Gereja dianggap sebagai penjaga nilai-nilai tradisional, keluarga, dan tatanan sosial.
“Our movement is Christian because Spain cannot be understood without Christianity.”
— José Antonio Primo de Rivera, Discursos y Escritos, p. 68
Nilai religius ini dijadikan landasan dalam pendidikan, hukum, dan kebijakan sosial rezim Franco.
Falangisme menentang liberalisme karena dianggap menimbulkan individualisme dan dekadensi moral, serta komunisme karena merusak kesatuan bangsa melalui perjuangan kelas.
“Liberalism is the disintegration of the nation; communism, its negation.”
— Ramiro Ledesma Ramos, Escritos Políticos, p. 37
Dengan demikian, falangisme menempatkan dirinya sebagai alternatif “jalan ketiga” yang menggabungkan disiplin nasional dengan solidaritas sosial.
Falangisme menekankan pentingnya kepemimpinan kuat dan tunggal sebagai simbol kehendak nasional. Pemimpin dipandang sebagai figur moral dan politik yang mengarahkan bangsa menuju kejayaan.
“Authority is not tyranny; it is the service of destiny.”
— José Antonio Primo de Rivera, Ideario de Falange Española, p. 19
Dalam konteks ini, negara falangis bersifat paternalistik, menuntut kesetiaan total dari warganya, namun menjanjikan keteraturan dan stabilitas sosial.
Tidak sepenuhnya. Meskipun falangisme banyak dipengaruhi oleh fasisme Italia, ia memiliki ciri khas tersendiri seperti penekanan pada Katolisisme dan tradisi Spanyol.
Falangisme menjadi ideologi resmi rezim Francisco Franco, meski kemudian mengalami modifikasi agar lebih konservatif dan monarkis dibandingkan doktrin asli José Antonio.
Ya, meski tidak dominan, masih terdapat kelompok dan partai kecil di Spanyol yang mengidentifikasi diri dengan falangisme, terutama sebagai simbol nostalgia terhadap masa Franco.