King Arthur

Dipublikasikan: 13 Januari 2026

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026

Raymond Kelvin NandoKing Arthur adalah folklor legendaris dari Britania Raya yang mengisahkan sosok raja ideal, kepahlawanan, dan pencarian keadilan dalam dunia yang berada di antara sejarah dan mitologi. Kisah Raja Arthur telah berkembang selama berabad-abad melalui tradisi lisan, kronik abad pertengahan, roman kesatria, dan sastra modern, menjadikannya salah satu siklus legenda paling berpengaruh dalam kebudayaan Eropa Barat. Dalam kajian folklor, King Arthur dipahami sebagai legenda heroik dan mitologis yang merepresentasikan cita-cita kepemimpinan, kesetiaan, serta keruntuhan moral manusia.

Ringkasan Cerita Folklor King Arthur

Folklor King Arthur berpusat pada kelahiran, pemerintahan, dan kejatuhan Raja Arthur, penguasa legendaris Britania. Arthur diyakini sebagai putra Raja Uther Pendragon, yang identitasnya dirahasiakan sejak kecil. Melalui peristiwa penarikan pedang dari batu, Arthur membuktikan dirinya sebagai raja yang sah, karena hanya ia yang mampu melakukan tindakan tersebut.

Sebagai raja, Arthur mendirikan Camelot, sebuah kerajaan yang melambangkan keadilan, kemakmuran, dan tatanan moral. Ia mengumpulkan para kesatria terhebat di Meja Bundar, seperti Lancelot, Gawain, dan Percival, yang bersumpah menjunjung kehormatan, keberanian, dan kesetiaan. Bersama mereka, Arthur memimpin Britania melawan musuh-musuh eksternal dan internal.

Konflik utama muncul melalui pengkhianatan dan kelemahan manusia. Hubungan terlarang antara Lancelot dan Ratu Guinevere merusak keharmonisan Camelot, sementara Mordred, putra Arthur (dalam beberapa versi), berkhianat dan merebut kekuasaan. Kisah ini berakhir dengan pertempuran terakhir di Camlann, di mana Arthur terluka parah dan dibawa ke Avalon. Kepergiannya meninggalkan harapan bahwa suatu hari ia akan kembali untuk memimpin Britania kembali menuju kejayaan.

Orang lain juga membaca :  Keong Mas

Kategori Folklor King Arthur

Folklor King Arthur termasuk dalam kategori legenda heroik, dengan unsur mitologis dan sejarah yang saling bertautan. Dalam klasifikasi folklor, kisah ini dapat dikelompokkan sebagai:

  • Legenda kepahlawanan dan kepemimpinan
  • Legenda kesatria abad pertengahan
  • Folklor mito-historis Eropa

Sebagai legenda, cerita King Arthur berada di antara kepercayaan sejarah dan imajinasi kolektif masyarakat.

Latar dan Konteks Budaya Folklor King Arthur

Folklor King Arthur berkembang dalam konteks budaya Britania pasca-Romawi, ketika masyarakat mencari figur pemersatu di tengah ketidakstabilan politik dan invasi. Arthur sering ditafsirkan sebagai simbol harapan akan raja adil yang mampu menyatukan bangsa dan menegakkan hukum.

Dalam tradisi abad pertengahan, legenda ini diperkaya dengan nilai-nilai kesatriaan Kristen, seperti pengorbanan, kesucian, dan pencarian spiritual, terutama melalui kisah Piala Suci (Holy Grail). Camelot menjadi simbol utopia sosial, sementara kejatuhannya mencerminkan pandangan tragis tentang ketidaksempurnaan manusia. Hingga kini, King Arthur tetap relevan sebagai metafora kepemimpinan ideal dan siklus kejayaan serta kehancuran peradaban.

Tokoh-Tokoh Utama Folklor King Arthur

  • King Arthur — Raja Britania, simbol kepemimpinan adil dan heroisme.
  • Merlin — Penyihir dan penasihat, representasi kebijaksanaan dan kekuatan magis.
  • Queen Guinevere — Ratu Camelot, simbol cinta dan konflik moral.
  • Sir Lancelot — Kesatria terhebat, representasi kehormatan dan kelemahan manusia.
  • Sir Gawain — Kesatria setia, simbol keberanian dan kesopanan.
  • Mordred — Pengkhianat, lambang kehancuran dari dalam.

Makna dan Fungsi Folklor King Arthur

Folklor King Arthur memiliki makna dan fungsi penting dalam tradisi Eropa, antara lain:

  • Model kepemimpinan ideal dan keadilan sosial
  • Media refleksi tentang moralitas dan pengkhianatan
  • Sumber inspirasi sastra dan seni selama berabad-abad
  • Sarana pembentukan identitas budaya dan nasional
Orang lain juga membaca :  Kancil

Simbol dan Unsur Penting

  • Pedang Excalibur — Simbol legitimasi kekuasaan dan keadilan.
  • Meja Bundar — Lambang kesetaraan dan persatuan.
  • Camelot — Representasi utopia sosial dan moral.
  • Holy Grail — Simbol pencarian spiritual dan kesucian.
  • Avalon — Lambang harapan, kematian, dan kelahiran kembali.

Referensi

  • Malory, T. (1485/2008). Le Morte d’Arthur. Oxford: Oxford University Press.
  • Ashe, G. (1990). The Discovery of King Arthur. London: Guild Publishing.
  • Barber, R. (1973). King Arthur: Hero and Legend. London: Hutchinson.
  • Lacy, N. J. (Ed.). (1996). The New Arthurian Encyclopedia. New York: Garland Publishing.
  • Loomis, R. S. (1959). The Development of Arthurian Romance. New York: Dover Publications.
  • Zipes, J. (2012). The Irresistible Fairy Tale. Princeton: Princeton University Press.

FAQ

Siapakah King Arthur?

King Arthur adalah tokoh legendaris dalam folklor dan sastra Inggris yang dikenal sebagai raja ideal dan pemimpin Camelot. Ia sering digambarkan sebagai simbol kepemimpinan, keberanian, dan keadilan dalam tradisi cerita Abad Pertengahan.

Apa kisah utama dalam legenda King Arthur?

Legenda King Arthur mencakup kisah pedang Excalibur, meja bundar para ksatria, serta petualangan para Knights of the Round Table seperti Lancelot dan Gawain. Cerita-cerita ini menyoroti perjuangan antara kebaikan dan kejahatan serta pencarian kehormatan.

Mengapa legenda King Arthur penting dalam budaya Barat?

Legenda King Arthur penting karena membentuk mitos nasional Inggris dan memengaruhi sastra, seni, serta budaya populer. Kisah ini menjadi sumber nilai tentang kepemimpinan, kesetiaan, dan moralitas yang terus diceritakan hingga kini.

Citation

Previous Article

Kancil

Citation copied!